Breaking News:

Virus Corona

Dijuluki Kota Mayat Akibat Covid-19, Dalam 2 Minggu 6700 Meninggal Mayat Berserakan di Jalan

Dijuluki Kota Mayat Akibat Covid-19, Dalam 2 Minggu 6700 Meninggal Mayat Berserakan di Jalan

Editor: M Zulkodri
reuters
INILAH Kota Mayat, 2 Minggu 6.700 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Mayat Berserak di Jalan Guayaquil. Petugas mengumpulkan mayat berserakan di jalanan Kota Guayaquil, Ekuador. 

BANGKAPOS.COM--Dijuluki Kota Mayat Akibat Covid-19, Dalam 2 Minggu 6700 Meninggal Mayat Berserakan di Jalan

Sejak awal April, Kota Guayaquil, Guayas, kota terbesar di Ekuador, disebut kota mayat, karena jasad pasien Covid-19 berserak di jalanan.

Pemerintah kota kewalahan menguburkan mayat-mayat hingga Pemerintah Federal Ekuador turun tangan.

Awalnya Ekuador hanya mengklaim angka kematian Covid-19 hanya di angka 400-an, sebagian besar di Guayaquil.

Kini setelah angka resmi mengenai korban wabah dicek silang dan dicermati, fakta yang muncul sungguh mencengangkan.

Di kawasan Guayas, negara bagian paling terdampak pandemi Covid-19 di Ekuador.

Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama April, menjadikan Guayas area paling terdampak bukan hanya di negara tersebut tapi di seluruh Amerika Latin.

Dan kematian tersebut tidak hanya terkait Covid-19: layanan kesehatan setempat lumpuh karena pandemi dan banyak pasien dengan kondisi kesehatan lainnya tidak dapat mendapatkan layanan kesehatan yang seharusnya.

Guayaquil, kota mayat

"Kami sudah melihat orang meninggal di mobil, di ambulans, di rumahnya, di jalanan," kata Katty Mejía, seorang pekerja di rumah duka di Guayaquil, ibu kota negara bagian dan kota terbesar di Ekuador.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved