Breaking News:

Virus Corona

Dijuluki Kota Mayat Akibat Covid-19, Dalam 2 Minggu 6700 Meninggal Mayat Berserakan di Jalan

Dijuluki Kota Mayat Akibat Covid-19, Dalam 2 Minggu 6700 Meninggal Mayat Berserakan di Jalan

Editor: M Zulkodri
reuters
INILAH Kota Mayat, 2 Minggu 6.700 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Mayat Berserak di Jalan Guayaquil. Petugas mengumpulkan mayat berserakan di jalanan Kota Guayaquil, Ekuador. 

"Salah satu alasan mereka tidak dirawat di rumah sakit karena alasan kekurangan tempat tidur.

Jika mereka ke klinik swasta, mereka harus membayar dan tidak semua orang punya uang," katanya.

Dalam masa pandemi di kota dengan populasi 2,5 juta penduduk itu, rumah duka kewalahan - sebagian harus tutup sementara karena pekerjanya ketakutan terjangkit virus.

Kerabat yang putus asa membiarkan mayat tergeletak di depan rumah, sementara sebagian lain membiarkannya di tempat tidur hingga berhari-hari.

People surrounding a coffin on the street

Guayaquil akan segera kehabisan tempat untuk memakamkan mayat/REUTERS.

Kota Guayaquil juga mulai kehabisan ruang untuk menguburkan mayat, memaksa sebagian orang untuk membawa jenazah kerabat ke kota tetangga untuk dimakamkan di sana.

Kebutuhan untuk menguburkan jenazah sangat tinggi hingga sebagian warga menggunakan kotak karton sebagai peti mayat.

Narapidana juga membuat peti mati dari kayu.

Negara 'gagal'

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved