Berita Pangkalpinang

Kedisiplinan Masyarakat Tetap di Rumah Kendor, dr Farhan: Sudahlah Jangan Ngeyel, Yuk Semua Disiplin

Dia gencar mengingatkan masyarakat Babel untuk terus waspada dan tetap berada dirumah, apalagi saat ini Bangka Belitung sudah ada yang terinfeksi

Ist/dr Farhan
Ahli anestesi dan intervensi nyeri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr (HC) Ir Soekarno ProvinsiKepulauan Bangka  Belitung, dr Farhan Ali Rahman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sebuah video aksi seorang dokter berteriak menggunakan pengeras suara mobil agar warga pulang ke rumah viral di media sosial pada, Sabtu malam (21/03/2020) lalu, menumpang mobil dinas bertuliskan BKKBN, dr Farhan beraksi di sekitar Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.

Dokter tersebut adalah, Ahli anestesi dan intervensi nyeri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr (HC) Ir Soekarno ProvinsiKepulauan Bangka Belitung, dr Farhan Ali Rahman lengkapnya.

Dirinya pun terus gencar mengingatkan masyarakat Bangka Belitung untuk terus waspada dan tetap berada dirumah, apalagi saat ini Bangka Belitung sudah ada yang terinfeksi.

Menurutnya, saat ini justru kewaspadaan masyarakat sudah sedikit kendor, kedisiplinan untuk tetap berada dirumah sudah mulai berkurang.

"Sudahlah jangan ngeyel, yuk semua disiplin, saya secara pribadi melihat masyarakat cukup patuh, himbauan himbauan dijalankan, mungkin karena jenuh beberapa pekan dirumah semua mulai kendor, makanya kita harus saling mengingatkan kembali, mari semuanya membiasakan menegur yang tidak patuh, yang tidak pakai masker, yang masih kumpul-kumpul dengan bahasa yang baik," ujar dr Farhan kepada Bangkapos.com, Senin (20/03/2020)

Dia menyebutkan, per tanggal 30 maret 2020 hasil swab PCR pasien nomor 034 di Belitung dinyatakan positif, merupakan pasien pertama di Prov Babel, pertanggal 19 april 2020, pasien positif sudah 7 (4 pasien di belitung dan 3 pasien di bangka (1 pasien di bangka sudah wafat).

"Sejak awal merebak covid-19 di Indonesia upaya-upaya pencegahan di babel cukup masif, saat itu kondisi babel masih hijau. Gubernur, walikota/bupati, BPBD, gugus covid provinsi/kab/kota, polisi, TNI, BKKBN, para anggota dewan, para alim ulama/MUI/tokoh masing-masing agama, para dokter, para influencer lokal babel gencar edukasi dan promosi ke warga baik secara langsung, maupun via radio dan media sosial," jelasnya

Menurutnya, kebijakan publik dan regulasi dikeluarkan untuk mendukung upaya pencegahan, dari mulai pembatasan buka toko smpai jam 20.00 WIB pembatasan penumpang melalui bandara, penutupan arus penumpang di pelabuhan (walaupun per tanggal 19 april ini kembali dibuka), kebijakan bekerja dirumah bagi ASN, kebijakan belajar di rumah bagi siswa, proses desinfektan masif, benar benar usaha kolosal untuk kebaikan bersama.

Dia juga mengatakan, hingga saat ini, ia terus gencar mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada sebab dirinya paham betul kesiapan provinsi kita ini untuk sisi pengobatan atau kuratif belum bisa maksimal.

Karenanya pencegahan harus dimaksimalkan, para pemangku kebijakan sangat memahami ini dan mengakui secara sadar.

Halaman
12
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved