Berita Pangkalpinang

Tak Sabar Sudah Mau Menikah Tapi KUA Masih Tutup, Ini Saran Ustadz H Muhammad Kurnia 

Perlu dipahami juga, ketentuan nikah yang sah menurut Islam harus memenuhi rukun-rukun yang telah ditetapkan

IST/dokumen pribadi
Ustaz H Muhammad Kurnia Lc MA 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ustadz H Muhammad Kurnia, Lc., MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung sekaligus Penceramah dan Dosen mengatakan terkait pendaftaran pernikahan sejak 01 April lalu ditutup sementara guna cegah penyebaran virus covid-19.

Maka apabila yang ingin melaksanakan pernikahan disilahkan melaksanakan pernikahan secara sah menurut hukum Islam meskipun tanpa melibatkan KUA.

"Menurut pendapat saya, di situasi seperti sekarang ini dengan maraknya wabah virus Covid-19 di berbagai daerah maka tidak salah jika Pemerintah RI melalui Kemenag menangguhkan proses administrasi pernikahan yang bertujuan untuk memutus rantai penyeberannya, sehingga bagi calon pengantin apabila mampu bersabar dan menahan diri silahkan melaksanakan pernikahan dengan melibatkan KUA setelah keadaan nanti kembali normal seperti sedia kala," ujar Ustadz H Muhammad Kurnia kepada Bangkapos.com, Senin (20/04/2020)

Dia menyebutkan, namun diperbolehkan melaksanakn pernikahan secara Sah hukum islam saja, apabila takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Namun bila dipandang sangat perlu karena alasan pertimbangan takut bila menikah ditunda akan berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara lain terjadi perzinahan maka silahkan melaksanakan pernikahan secara sah menurut hukum Islam meskipun tanpa melibatkan KUA. Tapi tetap ketika nanti KUA kembali menyelenggarakan pernikahan maka pasangan pengantin tadi melakukan pernikahan di hadapan KUA agar mendapatkan pengakuan resmi secara administratif dari Kemenag yang mewakili pemerintah RI," jelasnya

Menurutnya, pernikahan yang dilaksanakan melalui Kemenag bertujuan untuk mendapatkan legalitas resmi dari catatan pernikahan pemerintah RI yang dilakukan juga secara sah menurut perspektif hukum Islam.

"Sehingga dengan demikian ada kekuatan payung hukum yang menaungi pernikahan tersebut, terutama yang berkaitan dengan administrasi kependudukan, perlindungan hak dan kewajiban suami istri, dan lain sebagainya,"ucapnya

Namun, Dia mengatakan, perlu dipahami juga, ketentuan nikah yang sah menurut Islam harus memenuhi rukun-rukun yang telah ditetapkan.

"Antara lain; pengantin laki-laki dan perempuan, adanya wali nikah bagi mempelai perempuan, adanya saksi nikah yaitu dua orang laki-laki yang akil baligh, dan terakhir lafadz ijab qobul. Dengan demikian maka pernikahan telah sah dilakukan menurut hukum Islam," tambahnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved