Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Beberapa Strategi Warung Ayam Jimbronk Menjelang Ramadhan dalam Penjualannya saat Covid-19

Pemilik warung Ayam Jimbronk, Muhammad Azmi menyebutkan beberapa strategi yang dilakukan oleh pihaknya dalam mengatasi situasi ini.

Penulis: Widodo | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com / Widodo
Suasana warung ayam Jimbronk pusat lokasi dekat masjid Jamik Kota Pangkalpinang 

BANGKPOS.COM, BANGKA-- Menjadi pelaku usaha Kuliner nampaknya harus memutar otak dalam menerapkan strategi yang bagus untuk penjualan, apalagi di tengah merebaknya covid-19 saat ini.

Pemilik warung Ayam Jimbronk, Muhammad Azmi menyebutkan beberapa strategi yang dilakukan oleh pihaknya dalam mengatasi situasi ini.

"Kalau program jangka pendek yaitu efisiensi seperti mengurangi pos-pos operasional terutama di bidang tenaga kerja, kemudian pembelanjaan bahan baku juga mulai lebih ketat, lebih ketat di supplier dan otomatis bidang-bidang tertentu harus dirangkap," jelasnya kepada Bangkapos.com.

"Kemudian ini strategi terbaru yang kami dapatkan setelah dua bulan berjuang ternyata ada elemen-elemen produk yang bisa didaur ulang," sambungnya.

"Kalau kita bicara dalam HPP dalam produksi ayam, bumbu itu termasuk selain bahan baku ayam, bumbu itu variabel yang punya pengaruh cukup besar dan selama ini tidak kita gunakan secara optimal dan kemarin kami eksperimen lagi, dapur kami paksa untuk bekerja ternyata mampu melahirkan produk baru," katanya.

Program tersebut menurut Muhammad Azmi Ramadhan ini akan dilaunching paket berbagi, ini bentuk keprihatinan mereka terhadap masyarakat, mungkin harga selama ini di Rp 20 Ribu dipres seminimal mungkin menjadi harga di Rp 15 Ribu.

"Jadi Rp 15 Ribu itu dengan mengunakan bumbu second liner tapi tetap punya tambahan bumbu inti dan ternyata rasanya tidak kalah dahsyat sama yang pertama," sebutnya.

"Jadi ini bahasanya bagi kami secercah harapan dikala corona, jadi mampu menghemat hampir 50 persen jadi makanya bisa kita launching di Rp 15 Ribu. Silahkan kawan-kawan yang masih rindu dengan ayam Jimbronk dengan kondisi uang yang terbatas bisa kesini karena hatganya Rp 15 Ribu," lanjutnya.

Selain itu ada program lainnya yang ia terapkan dengan bekerja sama dengan pihak lainnya.

"Ada satu lagi program yang lebih ekstrim, jadi kemarin ada paket di Romadhon Rp 12 Ribu yang HPP nya Rp 11 Ribu sampai Rp 10.500 dan ini ada paket berbagi di Rp 12 ribu, paket Romadhon bekerjasama dengan PBMI dan Rumah Abah, selisih satu Ribu kita berikan kepada pesantren nanti tapi dia harus melalui program sedekah Akbarnya rumah Abah, binaan ustadz Hendy Kurnia jadi kita launching di Rp 12 Ribu," kata Muhammad Azmi.

Beberapa strategi tersebut yang akan dioptimalkan kedepannya oleh pihaknya.

Selain itu pihak ayam Jimbronk juga sudah memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan produk-produknya.

"Untuk media sosial tentu harus ada, sudah wajib. Jadi semua perusahaan-perusahaan apapun terutama kuliner salah satu cara Chanel berpromosi lewat media sosal, jadi di Jimbronk kita sudah tahu punya tim sosmed seperti Instagram, Facebook, dan sekarang WhatsApp juga," pungkasnya.

(bangkapos.com/Widodo)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved