Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kadis Perhubungan Babel Tegaskan Penggunaan Gelang ODP Tetap Berlaku di Pelabuhan Penumpang

Para penumpang yang masuk dan keluar Pulau Bangka itu sendiri, diungkapkannya sudah melalui berbagai proses protokol penanganan Covid-19

Penulis: | Editor: Ardhina Trisila Sakti
bangkapos.com/Ramandha
Kadis Perhubungan Provinsi Babel, K. A. Tajuddin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, K. A. Tajuddin, Rabu (22/4/2020) menuturkan terkait adanya larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat, langsung dari Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, akan segera diikuti Pemerintah Daerah.

Sementara untuk petunjuk teknis (juknis) larangan itu, dikatakannya, Dinas Perhubungan Provinsi Babel masih menunggu petunjuk terbaru dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI).

"Kami biasanya akan Vikon (video kontak) dengan teman-teman yang ada di pelabuhan-pelabuhan di daerah. Misalnya sudah ada juknis pelaksanaan itu," jelasnya.

Lebih lanjut, ia sempat menyampaikan pada beberapa waktu lalu, tepatnya pada 19 April 2020 pihaknya mendapatkan data keluarnya sekitar 800 lebih orang dari Pulau Bangka.

Namun dirinya tidak mengetahui pasti kategori beranjak keluarnya ratusan orang dari Bangka tersebut bermaksud untuk melakukan mudik.

Tidak hanya itu, Tajuddin juga menyebutkan sekitar 250 orang masuk ke Pulau Bangka yang berasal dari Palembang.

"Tapi yang kita ketahui kebanyakan mereka yang masuk itu, mahasiswa kita. Mereka dari Palembang, melalui Pelabuhan Muntok," terangnya.

Para penumpang yang masuk dan keluar Pulau Bangka itu sendiri, diungkapkannya sudah melalui berbagai proses protokol penanganan Covid-19 yang ada di pelabuhan bersangkutan.

Pemeriksaan Rapid Test juga dilakukan kepada seluruh penumpang, hingga penggunaan aplikasi Fight Covid-19 beserta gelang pemantau pergerakan orang dalam pemantauan (ODP).

Tajuddin menyampaikan penggunaan gelang ODP bagi para pendatang yang masuk ke Pulau Bangka serta Belitung melalui jalur laut dan udara, tetap diberlakukan sampai sekarang ini.

"Tetap kok. Karena itu juga bentuk pencegahan kita. Diwajibkan juga menginstal aplikasi Fight Covid-19 di hp masing-masing. Biar terpantau nanti," katanya.

"Kita juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi mereka, apabila sudah di daerah. Kalau ada yang lihat mereka keliaran, lapor ke pak RT/RW, kades dan lain-lain. Mari kita sama-sama menjaga. Tapi ingat, jangan dikucilkan juga mereka kalau ODP," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved