Cerita Lepas

Nama Penjual Batagor Itu Adalah Ima Sukima

Sejak Corona, berat mas. Sehari paling punya sisa Rp 100 ribu. Tapi ya tetap harus disyukuri. Yang penting masih bisa kirim nafkah ke keluarga

Nama Penjual Batagor Itu Adalah Ima Sukima
BangkaPos
IBNU TAUFIK Jr - Pemimpin Redaksi

MUNGKIN lebih dari sekitar satu tahun, saya menjadi pelanggan Batagor yang lapaknya tak jauh di sebelah utara Masjid Jami Pangkalpinang ini.

Namun meski sudah sekian lama sering ngelarisin Batagornya, baru malam ini saya tahu nama Abang penjualnya.

“Biasa ya om, ndak pakai kentang. Kolnya agak dibanyakin,” ucapku malam itu sambil duduk di bangku lapaknya.

“Lho, lama sekale gak mampir mas kemana saja?” tanyanya dengan ekspresi kangen mungkin.

Tetap dengan berbasa-basi, saya kemudian menjelaskan bahwa saya baru saja pulang kampung dan belum lama kembali ke Pangkalpinang.

“Ini kelamaan saya pulang. Kena double karantina pula, di rumah harus 14 hari di karantina, pas kembali ke sini juga harus kembali mengulang lagi. Akhirnya baru sempat ke sini malam ini. Kangen sama Batagornya,” jawabku.

“Saya malah gak bisa pulang ini. Biarlah, kalau pulang nanti malah di kampung ndak bisa kerja. Ndak ada pemasukan, malah repot semua. Apalagi kalau pun bisa pulang, sepertinya juga ndak bisa salat ied kan,” keluhnya.

Malam ini, kebetulan saya adalah satu-satuny pembeli yang makan di tempat. Dan setelah sekian lama, kami tenggelam dalam obrolan ecek-ecek, terhitung hanya satu pembeli lain yang datang untuk dibungkus.

Entah kenapa, dalam obrolan kali ini saya menyempatkan diri bertanya siapa namanya. “Nama Saya Ima,” katanya menjawab pertanyaanku.

Mendengar jawaban itu, dia mungkin menangkap ekspresiku yang mungkin agak sedikit kaget. “Kenapa memang?” tanyanya menyelidik.

Halaman
123
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved