Breaking News:

Ramadan 2020

Penentuan Awal Ramadan 2020 dengan Rukyatul Hilal di Tengah Wabah Corona

Rukyatul hilal adalah salah satu metode penentuan awal bulan kalender Hijriah, termasuk bagi awal Ramadhan dan Idul Fitri dan Idul Adha.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pengurus Nahdatul Ulama melakukan peneropongan hilal dari lantai 32 pusat perbelanjaan Season City, Jakarta, Senin (8/7/2013). 

Dikombinasikan kedudukannya yang sangat rendah terhadap cakrawala dan pendeknya waktu yang tersedia sebelum Bulan turut terbenam, maka upaya pengamatan hilal menjadi salah satu tantangan besar bagi ilmu falak.

Sistem penanggalan yang berbasiskan pada peredaran Bulan digunakan oleh setidaknya sepertiga penduduk dunia pada saat ini. Tak hanya pemeluk agama Islam, kalender Bulan juga dipedomani bangsa China dan sejumlah kalangan Nasrani, meski masing–masing mengambil bentuk yang berbeda–beda.

Observasi hilal telah dilakukan bangsa Babilonia sejak 26 abad yang lalu. Meski demikian observasi modern dengan data yang lebih komprehensif sejatinya baru eksis dalam tiga dasawarsa terakhir.

Lewat observasi modern pula diketahui meskipun kita dapat menetapkan kriteria pembatas (kriteria visibilitas) bagi terlihatnya hilal berdasarkan parameter tertentu (misalnya tinggi, elongasi, umur Bulan maupun beda azimuth).

Kriteria visibilitas seperti itu yang dikenal sebagai hisab. Namun observasi modern menunjukkan garis batas ini tidaklah rigid karena memiliki nilai ketidakpastian / galat (Schaefer, 1994).

Dengan kata lain, meskipun parameter Bulan sedikit berada di bawah sebuah kriteria visibilitas, peluang terlihatnya hilal masih tetap terbuka.

Hal ini membuat kriteria visibilitas sebagai sebuah hipotesis verifikatif yang belum konklusif, meskipun diformulasikan sebagai piranti guna menalar–logiskan hilal sebagai bagian dari Bulan.

Tetapi hilal memiliki hukum–hukum alamiahnya sendiri yang bisa lepas dari piranti matematis yang mencoba menghitungnya ketika nilai ketidakpastian diperhitungkan.

Doa Melihat Hilal yang Dicontohkan Nabi Muhammad SAW

Sifat demikian menjadi tantangan tersendiri mengingat syariat Islam membutuhkan batas yang rigid. Hitam atau putih, tidak abu–abu.

Karena terlihat atau tidaknya hilal menentukan halal dan haram khususnya dalam mengawali dan mengakhiri puasa Ramadhan. Dalam perspektif demikian maka kedudukan rukyatul hilal untuk menetapkan awal dan akhir Ramadhan menjadi penting guna mengatasi ketidakpastian.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved