Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dua Skenario Pengembalian Biaya yang Disiapkan Kemenag Jika Ibadah Haji 2020 Dibatalkan

Kemenag sudah menyiapkan dua opsi skenario pengembalian biaya pelunasan jamaah haji reguler.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Jemaah haji asal Babel tahun 2019 yang tiba di Asrama Haji, Bangka Tengah, Minggu (25/8/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala seksi Pendaftaran, Dokumen Haji Reguler dan Sistem Informasi Haji dan Umrah,
Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bangka Belitung Dewi Rosaria Indah mengatakan, jika memang nantinya ibadah haji 2020 dibatalakan, kemenag sudah menyiapkan dua opsi skenario pengembalian biaya pelunasan jamaah haji reguler.

Bagi calon jemaah haji khusus, pengajuan pengembalian setoran lunas dapat dilakukan melalui penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

Hal ini disepakati dalam rapat dengar pendapat Kementerian Agama (Kemenag) bersama DPR pada Rabu (15/4/2020), membahas skenario ibadah haji merespons Covid-19.

Adapun dua opsi skenario pengembalian biaya pelunasan tersebut, yaitu:

Opsi pertama pengembalian dana kepada jamaah yabg mengajukan

1. Jamaah datang ke kankemenag kab/kota pengajukaan pengembalian biaya pelunasan dan dilakukan input data pengajuan ke Siskohat

2. Subdit pendaftaran memverifikasi pengajuan dan menyetujui pengembakian biaya pelunasan

3. kemenag mengajukan ke BPKH daftar jamaah yang meminta pengembalian dan BPKH
melakukan pengembalian dana ke rekening jamaah.

Opsi kedua dikembalikan kepada jamaah baik yang mengajukan maupun tidak:

1. Kemenag melakukan pengembalian biaya pelunasan semua jamaah ke BPKH dan mengibah status jamaah di Siskohat menjadi belum lunas ke rekening jamaah

2. Berdasarkan pengajuan kemanag BPKH melakukan pengembalian biaya pelunasan ke rekening jamaah

Kemenag Babel Sebut Belum Ada Kepastian terkait Pembatalan dan Pembatasan Ibadah Haji 2020

Dewi Rosaria Indah menegaskan, yang dikembalikan hanyalah dana pelunasannya, bukan biaya setoran awalnya. Kecuali jika jemaah berniat membatalkan rencananya beribadah haji.

Sementara itu, untuk haji khusus, Ditjen PHU cenderung mempertimbangkan opsi pertama, yaitu pengembalian hanya untuk calon jemaah yang mengajukan.

Prosesnya, calon jemaah membuat surat ke PIHK dengan menyertakan nomor rekeningnya mereka. PIHK lalu membuat surat pengantar pengajuan pengembalian Bipih. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved