Senin, 18 Mei 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Hasil Rapid Test 12 ODP yang Dikarantina di GOR Negatif, Sudah Dipulangkan ke Rumah

12 rang Dalam Pemantauan (ODP) sudah menjalani karantina selama 14 hari di GOR Sungailiat hasil rapid test negatif

Tayang:
Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Ist/Boy Yandra
Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Dinkes Bangka terhadap 12 ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang sudah menjalani karantina selama 14 hari di GOR Sungailiat Jalan Pramuka (eks Tambang 26) dengan melakukan Rapid Test pada Sabtu (25/04/2020) malam didapatkan hasil nonreaktif atau negatif. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Dinkes Bangka terhadap 12 rang Dalam Pemantauan (ODP) sudah menjalani karantina selama 14 hari di GOR Sungailiat Jalan Pramuka (eks Tambang 26) dengan melakukan rapid test pada Sabtu (25/04/2020) malam didapatkan hasil non reaktif atau negatif.

Selain itu hasil pemeriksaan suhu tubuh juga dinyatakan normal, tidak ada yang tinggi.

Hal ini diungkapkan Jubir Pemkab Bangka soal penanganan wabah Covid-19, Boy Yandra kepada Bangkapos.com, Minggu (26/04/2020) sore.

"Hasil rapid test 12 orang ODPsemalam adalah non reaktif atau negatif, sehingga mereka bisa langsung dipulangkan semalam ke rumahnya masing-masing," kata Boy Yandra.

Ditambahkannya sebelumnya mereka juga sudah dilakukan hal yang sama saat diperiksa tanggal 17 April 2020 lalu, dimana 12 orang ODP ini hasilnya juga nonreaktif atau negatif.

Diketahui sebanyak 12 ODP ini menjalani karantina di GOR Sungailiat Jalan Pramuka (eks Tambang 26) akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing, karena sudah menjalani masa karantina selama 14 hari.

"12 ODP yang sudah menjalani karantina selama 14 hari di GOR Sungailiat, insyaallah malam ini pukul 19.30 WIB akan diperiksa suhu tubuhnya dan di Rapid Test, apabila dari hasil Rapid Test ini ada yang positif maka yang bersangkutan akan di karantina di provinsi, kita berdoa mudah-mudahan tidak ada yang positif," jelas Boy Yandra, Sabtu (25/04/2020) sore.

Hasil rapid test 12 ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang sudah menjalani karantina selama 14 hari di GOR Sungailiat Jalan Pramuka yang dinyatakan negatif
Hasil rapid test 12 ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang sudah menjalani karantina selama 14 hari di GOR Sungailiat Jalan Pramuka yang dinyatakan negatif (Ist/Boy Yandra)

Ditambahkannya, 12 ODP ini merupakan satu rombongan jamaah tabligh yang pulang dari Kalimantan, melewati Jakarta dan Palembang. Kemudian masuk ke Pulau Bangka naik kapal melalui daerah Sungsang menuju Muntok Kabupaten Bangka Barat lalu tiba di Sungailiat dan Pemali Kabupaten Bangka.

"Selanjutnya petugas BPBD Bangka akan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kamar 12 ODP dalam GOR pada malam ini sehingga ruangan ini bisa digunakan lagi untuk menempatkan ODP lainnya," kata  Boy Yandra.

Satu Warga Pemali Positif Corona

MI (37), warga Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka salah satu jamaah tabligh yang mengikuti pertemuan di Gowa Sulawesi berdasarkan hasil tes swab-nya yang sudah keluar dari lab Balitbang Kemenkes RI dinyatakan positif.

"MI positif, siap betul kita baru diberi informasi Dinkes Provinsi Babel ke tim Dinkes Bangka," kata Boy Yandra, Jubir Pemkab Bangka soal penanganan wabah Covid-19, Minggu (26/04/2020) sore.

Diketahui MI (37), warga Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka salah satu jamaah tabligh yang tiba kembali ke Kabupaten Bangka, 18 Maret 2020 lalu dimasukkan dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Dalam masa isolasi mandiri hingga 1 April 2020 dinyatakan selesai dalam pemantauan oleh dinas kesehatan dan diberikan surat keterangan selesai isolasi mandiri.

"Setelah itu MI ini melakukan aktivitas seperti biasa dan tanggal 18 April 2020 ada perintah dari dokter spesialis paru-paru, dr Melviana untuk segera memeriksa kembali MI, karena ada informasi dari persatuan dokter ahli paru-paru Indonesia dari pertemuan jamaah tabligh di Gowa itu banyak yang positif Covid-19," jelas Boy Yandra.

Dilanjutkannya, selanjutnya dokter Puskesmas Pemali melakukan Rapid Test terhadap MI ini dan hasil rapid test-nya positif.

"Langkah yang dilakukan pertama memberitahukan keluarga MI bahwa MI dikarantina di tempat karantina provinsi untuk dilakukan tes lebih lanjut. Dan pihak keluarga berjumlah 9 orang yang melakukan kontak dengan MI lalu diperiksa di RSUD Depati Bahrin dengan Rapid Test hasilnya negatif," jelas Boy.

Diharapkannya, MI yang melakukan tes lebih lanjut diharapkan hasil swabnya negatif, walaupun hasil rapid testnya positif.

"Kita harapkan masyarakat jangan berprasangka negatif kepada MI dan keluarganya ini, marilah kita memberikan motivasi kepada keluarga MI ini mudah-mudahan hasil Swab MI ini negatif," harap Boy.

Dilanjutkannya, masyarakat yang penting harus selalu menjaga jarak dengan siapapun dan jangan lupa selalu memakai masker bila keluar rumah juga mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

"Kita mengimbau kepada masyarakat yang ada melakukan kontak dengan MI dipersilahkan menghubungi puskesmas atau RSUD Depati Bahrin untuk dilakukan rapid test," saran  Boy.

Ditambahkannya, upaya yang dilakukan tim gugus tugas hari ini melakukan penyemprotan disinfektan di rumah MI dan sekitarnya.

"Mudah-mudahan Kabupaten Bangka ini masih tetap zona hijau dan jangan sampai ada info-info tidak benar yang disampaikan sehingga masyarakat resah," harap Boy.

Petugas Kesehatan ber-APD, saat memasuki ruang perawatan isolasi dan karantina
Petugas Kesehatan ber-APD, saat memasuki ruang perawatan isolasi dan karantina (Dinas Kesehatan Babel)

Dikarantina di Gedung Diklat Bangka Belitung

Juru bicara Posko Tugas Gugus Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan, MI warga Pemali yang hasil pemeriksaan sampel swabnya dinyatakan positif terinfeksi virus corona sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG).

"Sekarang dia ada di ruang karantina Diklat Provinsi Bangka Belitung (Babel)," jelas Boy Yandra kepada Bangkapos.com, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, MI sendiri diketahui pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Sulawesi untuk mengikuti acara akbar jamaah tabligh. 

Pihaknya juga mengimbau kepada siapapun yang pernah melakukan kontak dengan MI agar dapat menuju ke RSUD Depati Bahrin untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Hingga saat ini, dikatakan Boy, sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap 9 orang anggota keluarga pasien MI, seperti beberapa saudara pasien, anak dan istri dari MI tersebut.

"Kita sedang lakukan tracing juga. Kami minta, bagi siapapun yang pernah kontak ke pasien, agar segera memeriksa kesehatan. Silahkan ke RSUD Depati Bahrin," imbau Boy.

"Mohon kerjasamanya. Jangan takut, ini untuk kepentingan kita bersama," kata Boy Yandra.

(Bangkapos.com//Edwardi/Ramandha)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved