Breaking News:

Ramadan 2020

Inilah Hal-Hal yang Dapat Membatalkan dan Mengurangi Pahala Puasa Menurut Ustaz Kurnia

Dia mengungkapkan, kesempurnaan pahala puasa yang kita dapatkan tergantung kualitas dari ibadah puasa itu sendiri.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Dedy Qurniawan
Ist/Ustadz Kurnia
Ustadz H Muhammad Kurnia, Lc MA 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, kita tidak hanya menahan lapar dan haus dari waktu imsak hingga azan maghrib tiba.

Selain harus melaksanakan kewajiban-kewajiban dalam ber puasa, umat muslim juga dituntut untuk menjaga diri dari hal-hal yang berkaitan dengan penyebab batalnya puasa.

Dikutip dari berbagai kitab fiqih shiyam, berikut hal-hal yang membatalkan puasa:

1. makan dan minum
2. Berhubungan suami istri saat ber puasa,
3. Muntah dengan sengaja
4. Keluar darah haid/menstruasi bagi perempuan,
5. Melakukan masturbasi yang menyebabkan keluarnya 'cairan'
6. Menyuntikkan ke dalam tubuh nutrisi atau vitamin untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga
7. Memasukkan air ke dalam kerongkongan untuk menyegarkan diri dari rasa haus,
8. Memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang bisa memberikan ke puasan tersendiri seperti asap rokok dan sebagainya, dan
9. Menyengajakan tidur setelah bangun sekali dalam keadaan junub sehingga dia terbangun kembali setelah terbit fajar.

Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung sekaligus penceramah dan dosen, Ustaz H Muhammad Kurnia, Lc., MA mengatakan jika satu di antaranya dilakukan, maka puasa seseorang bisa dinyatakan batal atau tidak sah.

"Konsekuensi hukum selanjutnya di antaranya, ada yang mewajibkan penggantian (qodho), atau bahkan disertai dengan hukuman tambahan (kafarat), yaitu memilih salah satu di antara sanksi-sanksi, yakni berupa pembebasan seorang budak, ber puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan sebanyak 60 orang fakir miskin (bagi pelanggaran melakukan hubungan suami istri saat ber puasa)," ungkap ustaz Kurnia, Minggu (26/4/2020).

Tak hanya itu, selama ber puasa kita juga harus menghindari hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa tersebut, di antaranya berbohong, marah, membicarakan aib orang lain atau bergosip, berbicara kotor atau tidak ada manfaatnya, tidur sepanjang hari, dan melihat lawan jenis dengan hawa nafsu.

"Dengan meninggalkan itu semua maka kita telah selamat dari kekurangan pahala kesempurnaan ibadah puasa, selanjutnya mengisi setiap detik di bulan Ramadhan dengan penuh amal ibadah dan amal-amal kebaikan lainnya seperti tilawah Al-Quran, bersedekah, dan lain sebagainya,"tuturnya

Dia mengungkapkan, kesempurnaan pahala puasa yang kita dapatkan tergantung kualitas dari ibadah puasa itu sendiri.

Dijelaskan ustaz Kurnia, sebagaimana Allah berfirman dalam Hadits Qudsi:

"Semua amal anak Adam untuk dirinya kecuali ibadah puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan imbalannya" (Muttafaqun 'Alaih).

"Maka tak heran jika kelak di akhirat kita akan mengetahui ganjaran ibadah puasa yang diterima namun berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya karena memang kualitas ibadah dan amal sholeh-lah yang menjadi penentunya," ujarnya (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved