Breaking News:

Horizzon

Semua Harus Berpikir ala ODP

SEMUA pendatang, baik yang berstatus mudik atau pulang kampung, wajib untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari

Semua Harus Berpikir ala ODP
BangkaPos
Pimred Bangka Pos Grup: Ibnu Taufik Juwariyanto

SEMUA pendatang, baik yang berstatus mudik atau pulang kampung, wajib untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kampanye atau imbauan itu terdengar sederhana, bahkan ketika dilontarkan terkesan mulia lantaran bertujuan untuk mencegah pandemi.

Bagi mereka yang gagal mudik namun lolos karena berstatus pulang kampung diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Masa karantina tersebut diambil dari durasi terpanjang kemungkinan masa inkubasi Covid-19 ketika masuk ke tubuh manusia.

Di Babel, langkah untuk mengantisipasi penularan virus dari pendatang tampak lebih progresif dibanding provinsi lain. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, penggunaan aplikasi Fightcovid-19 yang diterapkan untuk memantau para pendatang, layak diapresiasi. Penerapan tersebut membuktikan ada niat serius dari Pemprov Babel untuk melindungi warganya dari potensi penularan virus ini.

Andai dalam pelaksanaannya banyak kendala dan mis di sana-sini, hal itu tentu menjadi bagian dari ikhtiar di tengah percepatan penularan virus corona yang terus meluas. Bahkan hingga saat ini, kita tak pernah yakin, kapan situasi ini akan berakhir.

Untuk itu segala upaya maksimal yang dilakukan haruslah dihargai. Seandainya di situasi ini ada oknum atau pihak-pihak tertentu yang mencoba mencari peluang mencari untung, biarkan nantinya hukum menjalankan perannya usai badai corona ini berlalu.

Seluruh pendatang yang masuk melalui Bandara Depati Amir diwajibkan menginstal aplikasi Fightcovid-19. Dengan menanamkan aplikasi di seluruh ponsel para pendatang, maka Gugus Tugas Pengendali Covid-19 bisa memantau sekaligus bisa menjalin komunikasi efektif dengan seluruh pendatang.

Dari sisi Gugus Tugas, aplikasi Fightcovid-19 memberikan banyak informasi, utamanya sebaran dari 940 pendatang. Dari aplikasi ini pula, petugas bisa melihat siapa yang sudah selesai melakukan masa isolasi. Gugus tugas juga bisa memantau siapa yang membutuhkan layanan darurat, termasuk memantau siapa yang nekat keluyuran melanggar zona isolasi yang ditoleransi.

Dari layar pemantauan, para ODP ini tampak seperti titik-titik yang hampir memenuhi pulau Bangka maupun Belitung. Setiap titik tersebut, jika di-zoom maka akan muncul informasi dari ODP yang bersangkutan, mulai dari nama, record perjalanan hingga nomor ponselnya.

Namun perlu diingat, aplikasi ini tetap tidak menjamin semua akan terpantau dan berjalan dengan baik. Apalagi kejujuran dan niat baik dari mereka yang masuk ke Babel juga menjadi parameter penting agar aplikasi ini bisa menjalankan misinya dengan baik.

Belum lagi, aplikasi ini juga menuntut para ODP aktif untuk melakukan update kondisi harian melalui aplikasi yang diinstal di ponsel mereka yang berstatus baru datang ke Babel.

Halaman
123
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved