Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dinsos Bangka Belitung Masih Sinkronisasi Data Penerima Bansos untuk ODP dan PDP, Target Awal Bulan

Bantuan sosial sebesar Rp 620.000 berupa sembako, kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemprov Babel, Rusli 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bantuan sosial sebesar Rp 620.000 berupa sembako, kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) nampaknya akan selesai dalam waktu dekat ini.

Pasalnya proses sinkronisasi data masih dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Babel dengan Kabupaten/Kota.

Dinsos Pemprov Babel, diketahui, tidak mau berisiko dari sisi adminitrasi, apabila bantuan diberikan nantinya tidak tepat dengan sasaranya, karena berkaitan dengan pemberian bantuan menggunakan anggaran milik negara.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemprov Babel, Rusli, menjelaskan, mereka saat ini masih mensinkronisasi data penerima karena masih berubah-ubah, antara data Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan yang mereka berikan hanya untuk ODP dan PDP saja.

"Data masih berubah-ubah, terus ada kebijakan kemarin yang kaya dan miskin, namun kembali diberikan kepada yang miskin saja, selain itu jumlah ODP, PDP yang bertambah dan adapula mereka sudah selesai di karantina," ungkap Rusli kepada Bangkapos.com, Senin (27/4/2020).

Rusli, menjelaskan dia mengakui pihak DPRD dan Gubernur Babel telah meminta cepat untuk memberikan bantuan tersebut, namun karena masih ada beberapa kendala yang harus disinkronisasi agar tidak menjadi kesalahan dalam adminitrasi nantinya.

"Kita masih berusaha mengatur dan mensinkronisasi karena setelah kita verifikasi ke lapangan dari Pemprov datanya tiga orang, ketika di Kabupaten 13 orang, jadi harus sama, tidak mungkin kita sembunyi-sembunyi memberikanya," terangnya.

Dia mengatakan anggaran Rp 2 Miliar yang disiapkan, diberikan sebesar Rp 620.000 ke setiap penerima, berupa sembako kepada mereka berdampak Covid-19 dengan status ODP dan PDP.

"Kita targetkan mungkin selesai atau diberikan awal bulan depan, teknis pembagianya nanti akan dilakukan oleh pihak ketiga yaitu BUMD yang akan menyalurkan apakah menggunakan kupon atau door to door," jelasnya.

Rusli menegaskan, pihak Dinsos yang merupakan user masih terus bekerja menyiapkan data, karena berkaitan dengan regulasi anggaran dan dalam menyalurkan nantinya dilakukan oleh BUMD.

"Dinas sosial sebagai user ketika melakukan tidak seusui prosedur, bahaya saat pemeriksaan nanti, sehingga perlu dilakukan tahapan masing-masing terutama mensinkronkan data sembari kita minta pendampingan. Target kita awal bulan depan karena panjang proses birokrasi yang harus dilakukan," katanya.

Sementara untuk jumlah kasus Positif Covid-19 di Babel data hingga, Minggu (26/4/2020) sebanyak 10 orang positif, ODP 962 orang, PDP 71 orang dan OTG 690 orang. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved