Jendral Amerika Ini Remehkan Kecilnya Satelit Militer Iran, Petinggi AS Malah Khawatir dengan Rudal

Jenderal Jay Raymond dalam kicauannya berujar, berat masing-masing gabungan satelit militer itu kurang dari 1,3 kilogram.

(Wana News Agency via REUTERS)
Satelit militer pertama Iran bernama Noor diluncurkan oleh Garda Revolusi Iran di Semnan, Iran, 22 April 2020. 

BANGKAPOS.COM, WASHINGTON DC,  - Iran baru saja meluncurkan satelit militerny ke orbit pada 22 April kemarin yang diberi nama Satelit Nour.

Peluncuran satelit militer Iran ini tak membuat gentar Kepala Komando Luar Angkasa AS, Jenderal Jay Raymond.

Bahkan dia justru meremehkan kemampuan dari satelit milter Iran tersebut.

Dia menyatakan satelit militer yang diluncurkan Iran ini tak perlu dikhawatirkan akan memberikan ancaman.

Satelit Nour meluncur ke orbit pada 22 April, dengan Washington mengklasifikasikannya sebagai 3U Cubesat berukuran kecil.

Jenderal Jay Raymond dalam kicauannya berujar, berat masing-masing gabungan satelit militer itu kurang dari 1,3 kilogram.

"Iran baru saja menunjukkan kemampuannya. Sejujurnya, bentuknya tak lebih seperti webcam jatuh. Jelas tak mungkin memberikan informasi intelijen," kata dia.

"#spaceishard," lanjut Kepala Komando Luar Angkasa itu mengomentari satelit militer Nour, dilansir kantor berita AFP Senin (27/4/2020).

Jika Jenderal Raymond cenderung meremehkan kapabilitas Nour, petinggi Negeri "Uncle Sam" yang lain tidak sepemikiran dengan dia.

Petinggi AS lain memperingatkan, kemampuan Teheran menempatkan Nour bisa memberikan keuntungan dalam rudal jarak jauh, menjadi ancaman bagi mereka di Timur Tengah.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuding Iran melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2015, mengenai larangan mengembangkan rudal balistik berhulu ledak nuklir.

Pada Sabtu (25/4/2020), Pompeo menyerukan PBB agar memperpanjang embargo senjata terhadap Teheran yang sedianya berakhir Oktober ini.

"Semua negara yang cinta damai harus menolak pengembangan rudal balistik Iran, dan bergandengan tangan mencegah program berbahaya mereka," klaimnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jenderal AS Sebut Satelit Militer Iran sebagai "Webcam yang Jatuh"

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved