Breaking News:

Hukum Berkumur Saat Puasa

Saat kita berwudhu di luar keadaan puasa, berkumur-kumur (madhmadhoh) dan memasukkan air ke hidung (istinsyaq) hukumnya sunnah

Editor: Ardhina Trisila Sakti
ist
Ramadan Kareem (Timah) 

Oleh : Ustaz H M Kurnia Lc MA (Ketua Alumni Al Azhar Mesir di Babel)

Saat kita berwudhu di luar keadaan puasa, berkumur-kumur (madhmadhoh) dan memasukkan air ke hidung (istinsyaq) hukumnya sunnah sebagaimana dinukil dari pendapat Imam Syafi'i.

Namun berbeda saat kita dalam keadaan puasa. Hukum berkumur-kumur berubah menjadi makruh yang bisa berpotensi menuju keharaman karena sangat berpotensi membatalkan puasa.

Begitulah ulama terdahulu sangat hati-hati berhukum sehingga dengan adanya potensi sekecil apapun segera dihindari agar selamat.

Karena saat berkumur-kumur kalau ada setetes saja air tertinggal di dalam mulut lalu kemudian masuk ke ujung tenggorokan atau tertelan maka telah batal puasanya.

Sama halnya dengan menggosok gigi, ada ulama yang menghukumi dengan makruh dan ada pula menghukumi dengan mubah dengan catatan sebelum tergelincir mata hari atau masuk waktu dzuhur.

Namun kembali lagi pada diri kita masing-masing yang harus dengan teliti dan hati-hati dalam melakukannya karena berpotensi membatalkan puasa jikalau ada air yang tertelan.

Hemat kami sebaiknya itu ditinggalkan saja, karena sekalipun aroma mulut orang yang berpuasa dirasa kurang nyaman maka itu hanya berlaku di dunia saja, di akhirat kelak mulut orang berpuasa akan menjadi aroma kasturi yang boleh jadi bersaksi atas ibadah puasa seorang hamba untuk Rabb-nya.

Maka silakan menggosok gigi setelah sahur sebelum kumandang adzan pertanda masuknya waktu subuh.

Dikutip dari berbagai kitab fiqih shiyam, berikut hal-hal yang membatalkan puasa: makan, minum, berhubungan suami istri saat berpuasa, muntah dengan sengaja, keluar darah haid/menstruasi bagi perempuan, melakukan masturbasi yang menyebabkan keluarnya 'cairan', menyuntikkan ke dalam tubuh nutrisi atau vitamin untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga, memasukkan air ke dalam kerongkongan untuk menyegarkan diri dari rasa haus, memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang bisa memberikan kepuasan tersendiri seperti asap rokok dan sebagainya, dan menyengajakan tidur setelah bangun sekali dalam keadaan junub sehingga dia terbangun kembali setelah terbit fajar.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved