Breaking News:

Otomotif

Ini Bahaya Jika Busi Tidak Diganti Bila Sudah Masuk Waktunya

Tugas busi adalah menghasilkan percikan listrik di ruang bakar. “Bukan api loh, tapi percikan listrik,” tukas Diko Oktaviano,...

Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Busi setelah pemakaian 20.000 km secara fisik ada yang terlihat masih bagus. Namun disarankan untuk ganti baru 

BANGKAPOS.COM - Tugas busi adalah menghasilkan percikan listrik di ruang bakar.

“Bukan api loh, tapi percikan listrik,” tukas Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia.

Kerja busi ini, lanjut Diko, akan terjaga kemampuannya bila 3 elemen terpenuhi.

Tiga elemen yang dimaksud yaitu pencampuran bahan bakar dengan udara terjadi secara ideal (good air fuel mixture), timing kerja busi dalam menghasilkan kualitas percikan listrik berlangsung tepat (good spark), serta ruang bakar dalam kondisi sehat (kompresi baik).

Dengan kata lain, bila 3 elemen tadi terpenuhi, akan menghasilkan pembakaran yang optimal (good combusition).

Sehingga performa mesin bakal berada dalam kondisi puncaknya.

Sebaliknya, bila ada salah satu saja elemen yang tidak terpenuhi, bisa dipastikan performa mesin akan drop.   

Nah, dalam kondisi semua elemen tadi normal, pemakaian busi itu ada umur pakai efektifnya.

Kalau Anda masih menyimpan buku service manual mobil Anda, di sana sangat jelas tertera kapan kita dianjurkan untuk ganti busi.

Contohnya pada kebanyakan low MPV kayak Suzuki Ertiga, Toyota Avanza – Daihatsu Xenia, Honda Mobilio dan sebagainya, rata-rata dianjurkan mengganti busi setiap 20.000 km, atau setiap dua kali servis rutin (ganti oli dan sebagainya).

Halaman
12
Penulis: tidakada005
Editor: khamelia
Sumber: Otomotif Net
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved