Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Jalani Karantina Mandiri Pramugara Ini Mengaku Suntuk, Isi Waktu dengan Berselancar di Dunia Maya

Seperti yang dialami CS (28), seorang warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Freepik
Ilustrasi virus corona 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Banyak kisah duka dan suka yang harus dilalui Orang dalam Pemantauan (OPD) saat  harus menjalani masa karantina.

Seperti yang dialami CS (28), seorang warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Sempat menjalani rapid test selama dua kali dan menunjukkan hasil yang negatif, kini ia tinggal menunggu waktu untuk dapat benar-benar bebas dan bisa menjalani aktivitasnya seperti biasanya.

Dihubungi melalui panggilan telepon pada Selasa, (28/4/2020), CS menyatakan dirinya kembali ke Toboali untuk pulang bertemu keluarganya dikarenakan dirinya bersama teman-temannya sesama pramugara diliburkan selama tiga bulan.

"Iya saya pulang karena memang aktivitas penerbangan diliburkan akibat Covid-19 dan saya lebih memilih untuk pulang bertemu keluarga," ungkap CS kepada Bangkapos.com

Tak hanya itu, CS juga mengakui jika dirinya tidak langsung memilih pulang begitu saja namun ternyata dirinya pernah menjalani rapid test yang difasilitasi oleh pihak maskapai dan hasilnya negatif sehingga dirinya memberanikan diri untuk pulang bertemu keluarga.

"Karena rapid test saya waktu itu negatif makanya saya pada Kamis, (16/4/2020) lalu pulang ke Toboali dan ketika saya tiba di Bandara Udara Depati Amir, petugas bandara memberikan saya sebuah gelang," ceritanya.

Lebih rinci dirinya menyebutkan gelang yang digunakan olehnya berwarna Hijau dan diminta untuk menjalani karantina mandiri di rumahnya sebagai langkah antisipatif.

Sementara itu ketika dikonfirmasi apa saja yang dilakukannya selama dua pekan ini, CS menceritakan jika dirinya hanya berdiam diri dirumah dengan melakukan beberapa kegiatan seperti berolahraga, berseluncur di dunia maya hingga menonton televisi.

"Suntuk memang, namun ini semuakan sudah menjadi prosedurnya sehingga saya memilih tetap menjalaninya dan tak lama lagi ini berakhir karena 3 atau 4 hari mendatang masa karantina saya berakhir," ungkap CS.

Selain itu ketika dirinya ingin berbelanja maka dirinya akan meminta bantuan kepada keponakan ataupun sepupu-sepupunya sehingga dirinya tetap berada di rumah.

CS kepada Bangkapos.com berharap agar kondisi Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan dan di seluruh dunia dapat berakhir dan semua orang dapat menjalani aktivitasnya masing-masing seperti biasanya tanpa ada kekhawatiran. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved