Seorang Pengerit di Pangkalpinang Terungkap Miliki 12 Fuel Card, Sekali Isi Bisa Sampai 180 Liter

Saat dilakukan penangkapan, diketahui terdakwa memiliki 12 Kartu Fuel Card yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang saksi dengan terdakwa Ahmad Zainudin di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (28/04/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Terdakwa Ahmad Zainudin harus menghentikan kegiatan mengerit solar subsidinya setelah menjadi terdakwa dan duduk di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang.

Sidang yang berlangsung pada Selasa (28/4/2020) kali ini mengagendakan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang dipimpin Rendra Yozar Dharma Putra.

Hadir saksi anggota Polda Bangka Belitung, Nugroho yang melakukan penangkapan pada Selasa (21/01/2020) dijalan R. Hundani, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.

"Kami menemukan terdakwa melintas dijalan gabek beriringan mobil, lalu kami tanyakan izin dan dia bilang tidak ada. Kami periksa di mobil ada 19 jeriken bervariasi penuh semua, ada selang juga di dalam mobil," ujar saksi Nugroho, Selasa (28/04/2020).

Saat dilakukan penangkapan, diketahui terdakwa memiliki 12 Kartu Fuel Card yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

"Yang kami sita mobil, ada beberapa drigen lalu selang. Tujuannya mau dijual lagi, tapi mau dijual ke siapa saya gak tahu. Ada 12 kartu itu dia minjem sama temennya," tuturnya.

Selain itu hadir juga saksi dari petugas SPBU Pangkalbalam, yang pada saat kejadian bertugas di pengisian nozzle.

"Terdakwa beli solar pakai kartu, dia ngisi empat kali, sekali ngisi ada 180 liter. Saya masukin ke tangki mobil, saat dimasukan ke jeriken gak tahu. Menggunakan banyak kartu, karena kalau cuma satu kartu sistemnya nolak," ungkap saksi Junaidi.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim pun mempersilahkan terdakwa untuk memberikan keterangan.

Dalam keterangannya terdakwa mengaku mendapatkan 12 kartu Fuel Card, dari rekannya yang selanjutnya diisi saldo oleh terdakwa.

"Iya bawa solar dari SPBU Pangkalbalam pakai fuel card, tapi ya juga beli di tempat lain. Rencana saya jual ke Jelutung saya jual ecernya Rp 7 ribu. Saya jual ini dapat untung sekitar Rp 350 ribu. Saya jual ke luar kota, saya juga ngecer sendiri," jelas terdakwa.

Lebih lanjut satu unit mobil Isuzu Panther, satu unit mobil Cheverolet Troper, 19 jeriken berisi solar dengan total keseluruhan sekitar 1.067 liter, 12 buah kartu Fuel Card, dan satu buah selang bening dijadikan barang bukti.

Sementara itu usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, sidang pun ditutup dan dilanjutkan pada Kamis (30/04/2020) dengan agenda tuntutan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved