Breaking News:

6.328 Pekerja Bus AKAP dan Pariwisata Kena PHK

Dampak pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia menghantam sektor transportasi umum.

KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Dampak dari virus corona di Tanjungpinang merambah kepada jasa bus pariwisata, di mana saat ini ada 80 bus milik PT Bintan Paradis Transportasi tak berjalan atau hanya nongkrong di pool. 

BANGKAPOS.COM - Dampak pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia menghantam sektor transportasi umum.

Ribuan pekerja di sektor transportasi darat khususnya bus antarkota antara provinsi (AKAP) dan bus pariwisata sudah kena pemutusan hubungan kerja alias PHK.

Menurut Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, PHK sudah mulai dilakukan perusahaan bus AKAP serta bus pariwisata sejak wabah asal Wuhan, China, tersebut diumumkan menyerang Tanah Air.

"Jumlah pengemudi dan asisten pengemudi bus pariwisata sebanyak 2.428 orang. Sedangkan tenaga kerja sebagai pengemudi, kapten, dan asisten kapten bus AKAP 3.900 orang. Keseluruhan ada 6.328 tenaga kerja transpartasi umum, baik AKAP dan bus pariwisata yang di PHK," ucap Djoko dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin (27/4/2020).

Menurut Djoko, PHK dilakukan pengusaha lantaran bisnis jasa angkutan yang setiap harinya makin menurun signifikan.

Sekadar diketahui, pemerintah menggulirkan beberapa kebijakan sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Salah satu dari aturan tersebut memang berimbas langsung pada sektor transportasi umum.

Seperti pembatasan 50 persen jumlah penumpang, pembatasan jam operasional, penghentian beberapa trayek, sampai adanya larangan mudik Lebaran yang membuat pengusaha bus AKAP terpaksa mengandakan unit-unitnya.

Djoko menyampaikan berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini ada 346 perusahaan bus AKAP yang terdaftar, 56 angkutan travel atau antar jemput antar provinsi (AJAP), dan 1.112 perusahaan bus pariwisata.

Pada masa pandemi dari Februari hingga Maret, untuk angkutan jalan sendiri mengalami penurunan drastis.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved