Sabtu, 25 April 2026

Bukti tentang Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Satu di antara pertanyaan yang sering muncul pada buku pelajaran sekolah dasar adalah tentang bukti berdirinya Kerajaan Tarumanegara.

Editor: fitriadi
https://id.wikipedia.org/
Peta pusat kekuasaan dan pengaruh Kerajaan Tarumanegara 

BANGKAPOS.COM - Kerajaan Tarumanegara atau dikenal dengan Kerajaan Taruma merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Kerajaan ini didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 SM.

Adanya Kerajaan Taruma bisa diketahui dan dibuktikan dengan adanya tujuh buah prasasti batu yang ditemukan.

Lima prasasti yang ditemukan ada di Bogor, satu prasasti ada di Jakarta dan satu prasasti lagi ada di Lebak Banten.

Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan dia memerintah sampai tahun 382 M.

Jelaskan yang menjadi bukti tentang berdirinya Kerajaan Tarumanegara?

Satu di antara pertanyaan yang sering muncul pada buku pelajaran sekolah dasar adalah tentang bukti berdirinya Kerajaan Tarumanegara.

Yang menjadi bukti berdirinya Kerajaan Tarumanegara adalah:

Adanya tujuh buah prasasti batu yang ditemukan, yaitu lima prasasti di Bogor, satu prasasti ada di Jakarta, dan satu prasasti lagi ada di Lebak Banten.

1. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern, 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor.

2. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta.

3. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiyang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.

4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor

5. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor

6. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor

7. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor

Sejarah Lengkap Kerajaan Tarumanegara

Dilansir dari buku Cerita Kerajaan Nusantara Populer (2010) karya Amir Hendarsah, Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua ke-2 di Indonesia.

Tarumanegara berasal dari dua kata, yaitu Taruma, diambil dari nama sungai yang membelah Jawa Barat. Serta Negara yang artinya kerajaan atau negara.

Keberadaan Kerajaan Tarumanegara juga diperkuat dari berita Tiongkok yang menyebut Tolomo untuk Kerajaan Tarumanegara.

Selain itu juga dari kisah Gulawarman, pendeta dari Khasmir yang mengatakan bahwa agama yang dianut rakyat Tarumanegara adalah Hindu.

Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada 358-382 Masehi, di tepi Sungai Citarum yang saat ini masuk dalam Kabupaten Lebak, Banten.

Masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara

Masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara mulai tumbuh saat dipegang oleh cucunya, yaitu Purnawarman.

Purnawarman memerintah pada 395-434 Masehi dan bergelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhima Prakarma Suryamaha Purusa Jagatpati.

Kemasyhuran Kerajaan Tarumanegara dicatat oleh prasasti zaman Purnawarman, di antaranya pembangunan pelabuhan dan beberapa sungai sebagai sarana perekonomian.

Purnawarman juga memperluas kekuasaan dengan menaklukkan beberapa kerajaan kecil di Jawa Barat.

Selain itu pemerintahan Purnawarman sangat memperhatikan aliran sungai. Sungai-sungai diperbaiki, seperti tahun 410 Masehi Purnawarman memperbaiki Kali Gangga hingga Sungai Cisuba yang terletak di daerah Cirebon.

Pada 412 Masehi, dirinya juga memperindah alur Kali Cupu yang mengalir hingga istana raja.

Tahun 413 Masehi membangun Sungai Cimanuk dan pada 417 Masehi, Kali Gomati dan Cakrabaga diperbaiki.

Terakhir pada 419 Masehi, dirinya memperintahkan untuk memperdalam Sungai Citarum yang dinilai sebagai sungai terbesar di wilayah Kerajaan Tarumanegara.

Sungai menjadi sarana perekonomian penting sehingga pembangunan sungai membangkitkan perekonomian pertanian dan perdagangan.

Setelah itu beberapa raja tercatat memerintah Kerajaan Tarumanegara, seperti:

- Wisnuwarman (434-455 Masehi)

- Indrawarman (455-515 Masehi)

- Candrawarman (515-535 Masehi)

- Suryawarman (535-561 Masehi)

- Kertawarman (561-628 Masehi)

- Sudhawarman (628-639 Masehi)

- Hariwangsawarman (639-640 Masehi)

- Nagajayawarman (640-666 Masehi)

- Linggawarman (666-669 Masehi)

Masa keruntuhan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara mengalami kemunduran setelah dipegang oleh Sudhawarman.

Saat itu dirinya memberikan kebijakan otonomi daerah kepada raja-raja di bawahnya.

Namun kebijakan tersebut tanpa pengawasan. Karena tidak diwasi, terjadilah perpecahan di Kerajaan Tarumanegara. Kerajaan tersebut pecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

(Bangkapos.com/Nordin/Kompas.com/Serafica Gischa)

Sebagian artikel tayang di Kompas.com dengan judul "Jelaskan Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara, Jawaban Belajar di Rumah TVRI"

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved