Breaking News:

Kriminalitas

Pelaku Penjambretan Sempat Tarik-Menarik Hingga Korban Terjatuh, Buang Barang Bukti ke Sungai

Siti Patonah yang mengungkapkan sempat terjatuh dari sepeda motor akibat tarik-menarik dengan terdakwa.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang saksi dengan terdakwa Reval Andrean, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (30/04/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terdakwa Reval Andrean kembali menjalani sidang saksi atas tindak pidana penjambretan, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (30/04/2020).

Hadir saksi sekaligus korban, Siti Patonah yang mengungkapkan sempat terjatuh dari sepeda motor akibat tarik-menarik dengan terdakwa.

"Saya naik motor dari Petaling ke Bukit Merapin, saat itu ku sendirian tapi tiba-tiba ku liat spion ada yang ngikutin. Saat itu tas saya di depan, terus dipepet dia pake motor sendirian. Dia langsung merampas pakai tangan, saya berusaha terus tarik menarik saya jatuh," ungkap Siti kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar Dharma Putra.

Selain itu saksi lain yang merupakan anggota Polda Bangka Belitung, Heri mengatakan penangkapan dilakukan berdasarkan laporan polisi.

"Kami melakukan penyelidikan, lalu kami dapat satu nama yang pernah melarikan diri. Setelah itu kami selidiki pelaku ada tinggal di pasar pagi, saat itu kami melakukan penangkapan dan diinterogasi dia ngaku juga melakukan jambret,"  kata saksi Heri.

Saat ditanyakan handphone yang menjadi barang bukti, terdakwa mengatakan sudah melemparinya ke sungai untuk menghilangkan barang bukti pencurian.

"Handphone dia buang, katanya dia takut saat mau ditangkap dibuang ke sungai. Selama ini handphone ada sama dia, tapi dibuang saat ada penangkapan," tuturnya.

Lebih lanjut terdakwa Reval Andrean dalam kesaksiannya juga mengaku, telah membuang barang bukti ke aliran sungai di Jembatan 12.

"Iya saya buang waktu itu ke sungai, saat mau lari ya karena takut makanya saya buang," ucap terdakwa Reval Andrean.

Sementara itu terdakwa Reval melakukan tindak pidana pencurian di Jalan Raya Tua Tunu, Desa Air Duren, Kabupaten Bangka pada Rabu (29/06/2020).

Dua unit handphone yang ada didalam tas pun dijadikan sebagai barang bukti persidangan, serta korban pun harus mengalami kerugian hingga Rp 3 juta.

Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, sidang pun ditutup dan dilanjutkan pada Selasa (05/05/2020) dengan agenda tuntutan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved