Breaking News:

Heboh Rencana Kedatangan Ratusan Pekerja China ke Indonesia, Gubernur dan DPRD Kompak Menolak

500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China rencananya akan datang ke Sulawesi Tenggara. Namun rencana ini ditolak Gubernur dan DPRD Sultra

Editor: fitriadi
KOMPAS.com/ Karnia Septia
Ilustrasi: 35 wna asal China diamankan petugas Imigrasi Mataram. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China rencananya akan datang ke Sulawesi Tenggara. Namun rencana ini mendapatkan penolakan dari Gubernur dan DPRD Sultra

Kedatangan 500 TKA asal China itu rencananya masuk mulai pekan ini secara bertahap.

500 TKA tersebut bakal bekerja di salah satu pabrik smelter yang ada di Sultra.

Kebijakan pemerintah yang memberi izin masuk 500 TKA asal China di tengah pandemi Covid-19 ini juga dikritisi oleh Anggota Komisi X DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Dilansir oleh Kompas.com, Saleh mengatakan, kebijakan tersebut membuat pemerintah Indonesia tampak sangat inferior jika berhadapan dengan investor China tersebut.

"Kebijakan Pemerintah Indonesia yang memberi izin masuk kepada para TKA itu dinilai aneh. Ada kesan bahwa pemerintah sangat inferior jika berhadapan dengan investor asal China. Terkadang, kelihatan Indonesia kurang berdaulat jika sedang memenuhi tuntutan para investor tersebut," katanya kepada Kompas.com, Kamis (30/4/2020).

Apakah Rokok Sampoerna Aman dari Virus Corona?

Saleh menilai, kedatangan TKA saat warga negara Indonesia (WNI) banyak yang membutuhkan pekerjaan dinilai kurang tepat.

"Saat ini WNI sendiri banyak yang terdampak Covid-19 secara ekonomi lantaran sebagian perusahaan dalam negeri terpaksa merumahkan para pekerjanya," tambah Saleh.

Menurut Saleh, saat seperti ini seharusnya penanaman modal asing bermanfaat untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi WNI dan tenaga kerja lokal.

"Jika investasi asing justru mempekerjakan TKA, berarti investasi itu tidak memiliki added value atau nilai tambah," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved