Breaking News:

Dulu Kaya, Kini Negara Paling Berbahaya di Dunia Ini Terpaksa Bongkar Brankas Berisi Berton-ton Emas

Saking terpuruknya Venezuela bahkan sampai pernah mendapat predikat negara paling berbahaya di dunia.

AFP/JUAN BARRETO
Orang-orang mengumpulkan air dari pipa rusak yang mengalir ke saluran pembuangan limbah di Sungai Guaire, Caracas, Venezuela, Senin (11/3/2019), dampak pemadaman listrik masif di negara itu. Di tengah krisis yang melanda Venezuela, pemadaman listrik massal yang terjadi berhari-hari di sejumlah kawasan negara itu menimbulkan banyak kekacauan seperti penjarahan hingga kesulitan air. 

BANGKAPOS.COM - Dulu negara ini sangat kaya, tapi sekarang benar-benar terpuruk setelah harga minyak anjlok.

Saking terpuruknya Venezuela bahkan sampai pernah mendapat predikat negara paling berbahaya di dunia.

Pada 2018, berdasarkan survei Gallup, Venezuela berada di peringkat pertama dalam daftar negara paling berbahaya di dunia.

Di negara yang memiliki cadangan terbesar di dunia tersebut, 42 persen warganya menjadi korban pencurian dan 25 persen warganya pernah menjadi korban penyerangan.

Hal ini, seperti dibahas di awal artikel, dipicu oleh harga minyak yang anjlok, sementara negara tersebut sangat bergantung pada penjualan minyak mentah untuk membiayai segala kebutuhan negara.

Mata uang negara ini pun menjadi sangat tidak berharga hingga membuat warganya memilih untuk menjadikannya sebagai kerajinan.

Alasannya? Uang tersebut justru lebih bernilai saat dijadikan kerajinan tangan.

Dan kini, saat harga minyak anjlok begitu dalam, bahkan dianggap sudah tidak bernilai sama sekali, Venezuela semakin jatuh ke dalam lubang krisis yang semakin dalam.

Saking frustasinya dengan krisis, negara ini berencana untuk membongkar brankas penuh emas yang bisa jadi menjadi salah satu sisa-sisa harta terakhirnya.

Venezuela membuka brankas emasnya dan menyerahkan berton-ton emas batangan kepada sekutu lamanya Iran.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved