Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Penerbangan Lion Air Dijadwalkan 3 Mei 2020 Ditunda, Tiket Penumpang akan di Refund

District Manager Lion Air Pangkalpinang, Amar membenarkan mengenai penundaan layanan penerbangan

dok
Lion Air 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lion Air , Wings Air, Batik Air member of Lion Air berencana membuka layanan operasional dengan perizinan khusus (exemption flight) pada rute domestik yang semula akan dijadwalkan mulai hari ini, Minggu (3/4/2020).

Tetapi layanan penerbangan tersebut dikabarkan akan dibatal pada jadwal tersebut.

District Manager Lion Air Pangkalpinang, Amar membenarkan mengenai penundaan layanan penerbangan saat dikonfirmasi bangkapos.com, Minggu (3/4/2020).

Ia memberikan pernyataan resmi Lion Air Group Pusat dalam bentuk rilis yang berisi bahwa ada penyesuaian rencana domestik Lion Air Group.

Penyesuaian yang dimaksud yakni penundaan operasional exemption flight Lion Air Group hingga pemberitahuan selanjutnya (until further notice/ UFN).

"Penundaan terjadi karena dibutuhkan persiapan-persiapan yang lebih komprehensif, agar maksud dan tujuan pelaksanaan penerbangan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku serta memenuhi unsur-unsur keamanan dan keselamatan penerbangan, termasuk tidak menyebabkan penyebaran corona virus disease (Covid-19)," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Lion Air Group secara menyeluruh selalu berkoordinasi bersama regulator serta berbagai pihak terkait, dengan harapan apabila penerbangan akan dilaksanakan dapat beroperasi lancar.

Sehingga bisa memenuhi kebutuhan transportasi udara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idul Fitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Lion Air Group menegaskan, tujuan utama operasional perizinan khusus (exemption flight) adalah bagian wujud kesungguhan dalam membantu kemudahan mobilisasi guna melayani pebisnis bukan untuk “mudik”, serta tujuan penerbangan yang mencakup:

1. Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan.
2. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia.
3. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA);
4. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat.
5. Operasional angkutan kargo.
6. Operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved