Breaking News:

Berita Belitung

Warga Diintimidasi Agar Tak Protes Lagi Soal PT Bangka Asindo Agri, Minta Masalah Bau Busuk Tuntas

Perjuangan masyarakat Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka memprotes aktivitas perusahaan pengolahan ubi

Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Warga Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka memasang baleho besar protes bau busuk aktifitas pabrik PT BAA Senin (4/5/2020) 

"Hasilnya bau busuk masih ada dan terbukti perusahaan PT BAA tidak dapat mengatasinya dimana wibawa para pejabat yang ikut mendatangi janji perusahaan tersebut," kata Yuniotman

Pihak PT BAA berusaha dikonfirmasi Bangkapos.com melalui pesan WA kepada Pimpinan PT Bangka Asindo Agri (BAA) Fitrianto namun  belum dijawab.

Warga Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka memasang baleho raksasa terkait protes bau busuk aktifitas pabrik PT BAA (4/5/2020) malam dihalaman masjid Al Mu'minum.
Warga Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka memasang baleho raksasa terkait protes bau busuk aktifitas pabrik PT BAA (4/5/2020) malam dihalaman masjid Al Mu'minum. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Pasang Baleho Besar

Warga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka terus memasang baleho dan spanduk menuntut penutupan PT Bangka Asindo Agri (BAA) pabrik pengolahan ubi cassesa yang menebarkan bau busuk.

Senin (4/5/2020) malam warga kembali berkumpul guna menambah baleho dan spanduk yang dipasang diberbagai tempat strategis dikelurahan tersebut.

Protes warga ini untuk kesekian kalinya terhadap bau dari aktifitas PT BAA saat beroperasi. Tahun 2019 sempat tejadi proses besar besaran wargs yang mendapatkan perhatian baik unsur Muspida Kabupaten Bangka maupun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Saat itu sempat ada pertemuan besar namun saya memutuskan WO karena adanya intimidasi terhadap warga dan pengarahan hasil pertemuan," kata Yuniotman seorang perwakilan warga.

Saat protes dilakukan unsur terkait mengundang warga dan pihak perusahaan bertemu di Balai Kelurahan Kenanga.

Di mana salah  satu hasil kesepakatan pihak perusahaan diberikan waktu hinggga tanggal 9 Maret 2020 mengatasi bau pengolahan ubi cassesa.

Namun hingga batas waktu yang diberikan bau busuk masih dirasakan oleh warga.

Pihak perusahaan maupun Pemkab Bangka dan unsur terkait seperti diam saja.

"Masih tetap bau beberapa hari kemarin malam ini mungkin mereka lagi tidak beroperasi," sesal Yuniotman. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved