Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Biar Tak Bosan Belajar di Rumah, Gubernur Babel Sarankan Pelajar dan Guru Lebih Kreatif

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, dirinya mendorong untuk kreatif dan ada hal menarik yang dilakukan guru untuk mengajar siswa melalui online

Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kebijakan belajar dari rumah telah lama dilakukan siswa/i yang ada di Provinsi Bangka Belitung dari semua jenjang pendidikan sejak merebaknya wabah Covid-19.

Kondisi belajar di rumah diyakini akan membosankan bila tidak dilakukan dengan hal yang menarik dan kreatif dalam penyampaianya.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, dirinya mendorong untuk kreatif dan ada hal menarik yang dilakukan guru untuk mengajar siswa melalui online.

"Harus lebih kreatif lagi dari rumah mengharap agar siswa menarik jangan kaku jangan seperti biasa-biasa saja belajar dari rumah, agar mulai terbiasa dan tidak bosan, walau bosan itu tetap ada, guru harus menyikapinya, kita carilah cara agar bagus nanti hasilnya,"jelas Gubernur Babel Erzaldi kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Disinggung bagaimana daerah yang masih tidak memiliki sinyal, bisa melaksanakan belajar dari rumah melalui handphone atau komputer.

"Belum sampai situ, tidak mungkin guru datang, tidak boleh kontak, belajar dari rumah Telkom/XL harus berbuat, agar bisa dilakukan, atau mereka siswa bisa bergabung ke rumah teman yang ada sinyal lebih baik seperti itu ketimbang guru datang ke siswa,"ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan untuk penerimaan siswa baru nantinya akan dilakukan secara online melihat kondisi wabah Covid-19 yang belum juga usai hingga saat ini.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, M Soleh meminta pihak yayasan untuk dapat memberikan keringanan iuran sekolah ditengah kondisi pandemi covid-19 saat ini.

"Kami meminta pihak yayasan sekolah swasta tersebut dapat memberikan keringan bagi orang tua siswa yang memang merasakan keberatan membayar uang sekolah,"ujar Soleh.

Dengan kondisi saat ini, sambungnya, banyak masyarakat kehilangan penghasilan karena di PHK dan dirumahkan, hal ini membuat orang tua kesulitan membayar iuran sekolah anaknya.

"Kita mengharapkan pihak yayasan berikan kemudahan masalah uang sekolah ini, dan tolong jangan dipaksa, kasihan masyarakat,"harapnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved