Kesehatan

Sulit BAB Saat Berpuasa, Ini Tips Cara Mengatasinya dari Dokter Hasri

Bila sembelit terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah di anus atau disebut juga dengan

(Foto Istimewa).
dr Hasri Nopianto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat berpuasa sistem pencernaan memerlukan penyesuaian dikarenakan pola makan yang berubah.

Sehingga permasalahan yang sering dialami adalah susah buang air besar (BAB) atau sembelit.

Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan mengenai jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi, mengurangi asupan cairan, serta adanya perubahan pola makan, jumlah asupan, dan jadwal makan yang berubah.

dr Hasri Nopianto, Dokter Umum yang pernah bekerja di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Universitas Brawijaya mengatakan mengungkapkan sedikit beraktivitas juga dapat menyebab sulit BAB.

"Selain itu, kita cenderung mengurangi aktivitas fisik selama bulan puasa. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sembelit," ujar dr Hasri saar dihubungi bangkapos.com, Rabu (6/5/2020).

Pada dasarnya kebiasaan buang air besar setiap orang berbeda-beda.

"Namun biasanya dibutuhkan waktu hingga tiga hari untuk makanan yang dimakan akhirnya dicerna dan diserap tubuh," tuturnya.

Sehingga tidak BAB selama lebih dari tiga hari bisa dikategorikan sembelit.

Bila sembelit terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah di anus atau disebut juga dengan wasir (ambeien).

Selain itu kulit anus bisa robek karena dipaksa mengeluarkan feses yang padat dan keras.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved