Pangkalpinang Banjir

BREAKING NEWS: Pangkalpinang Banjir, Dinas PU Minta Warga Sabar, Solusinya Tahun Depan

Hujan yang mengguyur Kota Pangkalpinang dan sekitarnya sejak pukul 13.00 WIB, kembali membuat sejumlah titik tergenang banjir.

Dokumentasi Bangka Pos
Ilustrasi - Rumah warga di Jalan Ahmad Yani Gang Dalam, Kota Pangkalpinang terendam air saat banjir, Sabtu (14/12/2019) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hujan yang mengguyur Kota Pangkalpinang dan sekitarnya sejak pukul 13.00 WIB hari ini Jumat  (8/5/2020) menyebabkan sejumlah titik tergenang banjir.

Kawasan yang menjadi langganan yakni Kampung Bintang, Batin Tikal maupun Bukit Sari. Genangan setinggi lutur orang dewasa ini merendam sejumlah kawasan saat hujan deras mengguyur sekitar tiga jam.

Kepala Dinas PU Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyatakan solusi penanganan banjir sementara yang bisa dilakukan saat ini hanya rutin membersihkan saluran air dan pemeliharaan.

Pihaknya memang berencana membuat tangkapan air untuk mengurangi banjir di kawasan Bukit Sari. Namun pengerjaan itu baru bisa dilakukan pada tahun anggaran 2021.

"Kalau saat ini belum bisa berbuat apa-apa karena pengerjaannya tahun depan. Kalau menghilangkan banjir, saya rasa kondisi itu sudah dari dulu-dulu bahkan. Wilayah Pangkalpinang ini rendah, terutama di Bukit Sari, Gedung Nasional sekitarnya itu. Jadi air dari Kacang Pedang, Bukit Merapin tumpah di situ semua," kata Suparlan saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2020).

Dia menuturkan untuk solusi kedepan akan dilakukan pengerjaan kolam retensi linggarjari hulu di belakang SMP Muhammadiyah di tahun depan.

Pihaknya sudah melakukan pembebasan separuh lahan di sana dan tahun ini untuk ketersediaan lahan sudah siap.

Pemkot untuk membangun kolam retensi tersebut mengucurkan anggaran sebesar Rp 7 miliar dari APBD.

"Sementara dikondisi saat ini kami harap masyarakat di daerah langganan bersabar. Tidak bisa berbuat banyak tahun ini. Baru kita kejar tahun depan," tuturnya.

Suparlan menyebut ada solusi lain untuk mengurangi banjir di Bukit Sari dengan cara melebarkan saluran air yang ada menjadi dua kali lipat.

Sayangnya jika ini dilakukan akan berimbas pada rumah warga yang terkena pelebaran.

Termasuk untuk pendalaman. Dia mengatakan dinding saluran akan roboh jika dilakukan pendalaman dan kembali berimbas pada bangunan rumah warga.

Untuk itu dia berharap, masyarakat dapat memahami pengerjaan ini dilakukan di tahun depan dan pihaknya pun berupaya untuk menangani permasalahan ini.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved