Breaking News:

Ramadan 2020

Penjual Kurma di Pangkalpinang Rasakan Penurunan Omzet pada Puasa Kali Ini Hingga 60 Persen

Dikatakan Heri, penurunan omzet bulan puasa tahun ini jika dibandingkan puasa tahun kemarin dan sebelum wabah covid-19 mencapai 60 persen.

Penulis: Widodo | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com / Widodo
Heri, selaku pengelola toko bersama pegawai sambil memperlihatkan kurma di tokonya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penjualan Kurma saat bulan Ramadan tahun 2020 mengalami perubahan signifikan dari sebelumnya-sebelumnya.

Heri sebagai pengelola toko buah di Jl Pasar Pagi Kota Pangkalpinang yang sudah menjalani usaha ini sejak tahun 2007 menyampaikan hal ini.

"Penjualan Kurma saat bulan puasa tahun 2020 meningkat (lebih ramai) ketimbang hari biasanya sejak ada wabah covid-19," kata Heri kepada Bangkapos com, Jumat (8/5/2020).

"Walaupun meningkat, kalau dibandingkan dengan puasa tahun lalu jauh penurunan tahun ini karena adanya covid-19, jauh perbandingannya," lanjutnya.

Dikatakan Heri, penurunan omzet bulan puasa tahun ini jika dibandingkan puasa tahun kemarin dan sebelum wabah covid-19 mencapai 60 persen.

"Penjualan kurma Sebelum covid-19 bisa capai Rp 4 Juta omzet per hari untuk hari biasa, cukup ramai sehingga tidak begitu susah dapat Rp4 Juta saat itu," jelasnya.

"Namun, setelah covid-19 untuk Rp 2 Juta saja sudah susah, kadang sampai kadang tidak walaupun buka dari pukul 5.15 WIB sampai pukul 21.30 WIB." keluhnya.

Dengan adanya dampak yang ditimbulkan dari covid-19, Heri menyebutkan beberapa harapannya.

"Harapannya semoga ini cepat berlalu, karena masyarakat senang keluarnya tidak takut lagi, biasa pasar pagi ini saat sore ramai dan macet sekarang sepi karena adanya covid-19," ucap Heri.

"Harapannya untuk penjualan kurma semoga tetap bertahan dan pengennya maju seperti tahun-tahun kemarin," pungkasnya. (Bangkapos.com / Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved