Breaking News:

Berita Kriminalitas

Achen Ditangkap Polres Bangka Barat, Terlibat Pengeroyokan Yulidar di Tambak Udang Desa Rambat

Kasus pengeroyokan Yulidar dan anaknya Arief di area tambak udang PT HOKI di Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip berbuntut panjang.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Ardhina Trisila Sakti
tribun
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus pengeroyokan Yulidar dan anaknya Arief di area tambak udang PT HOKI di Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip berbuntut panjang.

Setelah menetapkan empat orang tersangka yakni Afui, Leon, Chang Ato dan Hen, Jumat (8/5/2020) sore kemarin.

Jajaran Polres Bangka Barat, kembali meringkus satu tersangka lain bernama Jori alias Achen (35).

Achen dicokok tim ganungan Garuda Reskrim Polres Bangka Barat dan Reskrim Polsek Simpang Teritip, dari kediamannya di desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, tanpa perlawanan.

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Andri Eko Setiawan menyebut penangkapan Achen, hasil pengembangan kasus pengeroyokan yang menyeret nama empat tersangka sebelumnya.

"Yang bersangkutan (Achen) kami tangkap, berawal dari hasil pemeriksaan korban. Para saksi beserta para tersangka yang sudah diamankan terdapatlah nama Jori alias Achen yang merupakan salah satu terduga pelaku yang ikut melakukan tindak pidanan pengeroyokan, " ujar Andri Eko mewakili Kapolres AKBP M Adenan, Sabtu (9/5/2020).

Lebih lanjut dikatakan Eko, saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus tindak pidanan pengeroyokan tersebut.

Sebab tak menutup kemungkinan kata Andri, masih ada keterlibatan pelaku lainnya. Pelaku disangkakan melanggar Pasal 170 (1) KUHPidana dan atau pasal 351 (2) KUHPidana jo pasal 55 (1) KUHPidana.

"Untuk kasusnya masih terus kami dalami dan kembangkan, karena tak menutup kemungkinan ada pelaku lain dalam kasus tindak pidana pengeroyokan tersebut," pungkasnya.

Pengeroyokan di Tambak Udang Desa Rambat

Sebelumnya diberitakan kasus pengeroyokan dan penganiayaan pegawai tambak udang, Yulidar dan Arief di areal tambak udang Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (2/5/2020) masih terus diselidiki oleh Satuan Reskrim Polres Bangka Barat.

Kapolres Bangka Barat AKBP Adenan menyebut sementara ini baru 4 pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah Afui, Leon, Chang Ato dan Hen. Ke empat pelaku merupakan warga desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip.

Namun tak menutup kemungkinan, kata Adenan jumlah tersangka tersebut bertambah jika terdapat bukti baru dalam hasil penyedikan nanti.

"Untuk kasus pengeroyokan sementara ini masih 4 orang bisa berkembang, kalau memang berkembang bisa bertambah. Kalau memang hanya 4 itu saja ya artinya hanya keempatnya saja," ujar Adenan disela penurahan baksos di halaman Mapolres, Selasa (5/5/2020).

Adenan belum bisa memastikan ada atau tidak aktor di balik kasus pengeryokan tersebut. Namun sejauh ini kata dirinya belum ada.

Bahkan belum lama ini sejumlah perwakilan warga desa Rambat sempat menemui dirinya menanyakan perkembangan kasus tersebut.

"Kalau aktor sejauh ini belum ada. kemarin sebagian masyarakat ketemu saya. Ya kami sampaikan namanya proses hukum kamu berbuat melakukan tindak pidana kita penegak hukum akan tetap memprosesnya. Yang jelas kalau di kepolisian kita profesional tidak ada kepentingan pihak mana pihak mana, ya kamu melakukan tindak pidana kita proses," tegasnya. 

(Bangkapos.com/Antoni Ramli)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved