Breaking News:

Advertorial

Bupati Bangka Barat Markus Percepat Penyaluran Dana Desa, Target Cair Semua Sebelum Lebaran

Bupati Bangka Barat Markus SH meminta percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)

Istimewa/Diskominfo Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat Markus menyerahkan BLT dana desa di Desa Simpang Tiga, Jumat (8/5/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Bangka Barat Markus SH meminta percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk pencegahan maupun penanganan dampak virus corona (Covid-19).

Menurut Bupati Markus, program BLT dana desa tersebut akan mengatasi dampak ekonomi yang timbul akibat Covid-19.

Hal itu ditegaskan Markus mengingat dampak Covid-19 tak hanya pada masalah kesehatan saja tapi juga sosial ekonomi.

"Saya minta para Kades untuk desa-desa yang belum segera proses pencairannya. Kita targetkan BLT dana desa tahap pertama ini semuanya cair sebelum hari raya lebaran," kata Markus saat penyerahan BLT dana desa di Tumbak Petar kecamatan Jebus, Jumat (8/5) siang.

Bupati Markus serahkan BLT Dana Desa untuk warga desa Terentang Kecamatan Kelapa.
Bupati Markus serahkan BLT Dana Desa untuk warga desa Terentang Kecamatan Kelapa. (Ist)

Politisi PDI Perjuangan itu punya alasan tersendiri di balik percepatan penyaluran BLT dana desa. Apalagi dalam waktu yang tak lama lagi masyarakat akan merayakan idul fitri.

"Ini pasti akan sangat membantu masyarakat utamanya membeli kebutuhan pokok. Sebab itu, sekali lagi saya minta dipercepat agar masyarakat terbantu terutama jelang hari raya. Makanya kita kebut tahap 1 ini harus cair, sebab masyarakat butuh untuk hari raya," tandas Markus.

Bupati Markus foto bersama warga penerima manfaat BLT dana desa di Tumbak Petar, Jebus.
Bupati Markus foto bersama warga penerima manfaat BLT dana desa di Tumbak Petar, Jebus. (Ist)

Hingga saat ini, proses pencairan BLT dana desa terus dilakukan. Setelah sebelumnya launching perdana digelar di desa Air Belo kecamatan Muntok pada Selasa 5 Mei, penyerahan bantuan simbolis BLT desa serupa kemudian diperluas ke beberapa desa sekaligus dalam satu hari.

Pada Jumat (8/5) Bupati Markus secara marathon menyerahkan BLT dana desa di 7 desa sekaligus yakni Mayang, Air Limau, Simpang Tiga, Kundi, desa Tumbak Petar, Sinar Manik dan desa Puput di kecamatan Parittiga.

Bupati Markus menyerahkan paket sembako dari Pemda untuk warga terdampak covid-19 di desa Puput Parit Tiga.
Bupati Markus menyerahkan paket sembako dari Pemda untuk warga terdampak covid-19 di desa Puput Parit Tiga. (Ist)

Pada kesempatan itu, Markus mengingatkan masyarakat yang hadir bahwa bagi mereka yang telah menerima bantuan PKH, tidak diperbolehkan lagi menerima BLT dana desa termasuk bansos Kemensos.

"Penerima manfaat tidak boleh tumpang tindih, tidak boleh dobel, supaya adil. Masyarakat yang menerima BLT desa ini juga merupakan hasil musyawarah desa (Musdes), jadi yang terima merupakan pilihan Musdes," ujarnya.

Sementara untuk masyarakat yang belum terima bantuan PKH maupun BLT dana desa diminta tak berkecil hati, sebab Pemda Bangka Barat pun menyediakan bantuan paket sembako yang sebagian besar sudah didistribusikan untuk yang terdampak covid-19.

Pada kesempatan penyerahan BLT dana desa secara simbolis, Markus juga menyerahkan bantuan jaring pengaman sosial berupa paket sembako dari Pemda untuk masyarakat kecamatan Simpang Teritip sebanyak 934 paket, kecamatan Jebus sebanyak 757 rumah tangga dan kecamatan Parittiga sejumlah 822 rumah tangga. (Diskominfo Pemkab Bangka Barat)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved