Breaking News:

Dua Mantan Tentara AS yang Gagal Kudeta Venezuela Ungkap Siapa Dalang, Trump Bantah Ikut Terlibat

Tentara AS telah mengonfirmasi bahwa mereka adalah mantan anggota Baret Hijau yang dikerahkan ke Irak

(Handout via REUTERS)
Identitas pelaku kudeta Venezuela diungkap oleh Presiden Nicolas Maduro. Upaya kudeta yang dilakukan tentara bayaran AS dari Kolombia ini berhasil digagalkan Venezuela di Istana Miraflores, Caracas, 4 Mei 2020. 

BANGKAPOS.COM, CARACAS,  - Dua mantan anggota Pasukan Khusus, Baret Hijau Amerika Serikat gagal menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Keterangan dari Jaksa Agung pada Jumat (8/5/2020) itu juga mencantumkan kedua pelaku terancam hukuman 25-30 tahun penjara.

Luke Alexander Denman (34) dan Airan Berry (41) termasuk di antara 17 orang yang ditangkap militer Venezuela, setelah percobaan kudeta oleh tentara bayaran AS ini gagal pada Minggu dini hari (3/5/2020) waktu setempat.

Jaksa Agung Tarek William Saab mengatakan, mereka dijatuhi tuduhan "terorisme, konspirasi, perdagangan gelap senjata perang, dan asosiasi (kriminal)."

Sebanyak 8 pelaku penyerangan dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Saab mengungkapkan Venezuela telah meminta surat penangkapan internasional untuk menahan eks petugas medis Angkatan Darat AS Jordan Goudreau, yang diduga mengorganisasi dan melatih pasukan tentara bayaran.

Maduro menuding Presiden Donald Trump berada di balik dugaan invasi ini, dan pada Jumat (8/5/2020) Saab mengatakan para warga Venezuela yang terlibat akan diadili karena "konspirasi dengan pemerintah asing."

Trump menolak tudingan Maduro dengan mengatakan, "Jika saya ingin ke Venezuela, saya tidak akan merahasiakannya."

"Saya akan masuk dan mereka tidak akan melakukan apa-apa. Mereka akan terguling-guling. Saya tidak akan mengirim kelompok kecil. Tidak, tidak, tidak. Itu akan disebut sekelompok tentara. Itu akan disebut invasi."

Venezuela pada Senin (4/5/2020) mengatakan, mereka telah menangkap 2 mantan tentara pasukan khusus AS, dan pada Rabu (6/5/2020) mengungkap identitas pelaku dengan menunjukkan kartu identitas mereka di televisi pemerintah.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved