Virus Corona

Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Kemungkinan Gelombang Kedua Covid-19

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skenario khusus yang akan diterapkan saat pandemi Covid-19 berakhir atau saat laju pasien menurun.

Istimewa/Tribun Solo
Afif Avicenna Ghufron, dokter asal Solo yang bertugas di garda terdepan di salah satu rumah sakit rujukan laboratorium Covid-19. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skenario khusus yang akan diterapkan saat pandemi Covid-19 berakhir atau saat laju pasien menurun.

Tentunya strategi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gelombang kedua covid-19 di tanah air.

"Indonesia mengadopsi kebijakan yang cocok dan sesuai dengan keadaan dan karakteristik di Indonesia.

Kami ingin mencegah terjadinya gelombang kedua Covid-19," ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Seperti apa strategi pemerintah Indonesia untuk mencegah gelombang kedua virus corona?

Jokowi Persilakan Masyarakat Beraktivitas Terbatas tapi Ikut Protokol Kesehatan

 

1. Gelombang Kedua Covid-19

Epidemiolog Indonesia di Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, dalam setiap pandemi sejarah membuktikan selalu muncul gelombang kedua.

Gelombang kedua muncul setelah pandemi mengalami satu kali kurva.

Satu kali kurva atau gelombang pertama dimulai saat kasus pertama dikonfirmasi, sampai pada puncak kasus dan kemudian mengalami penurunan.

"Swine flu pada 2009 terjadi dua gelombang di beberapa negara, media tidak seramai saat ini, orang sekarang begitu haus informasi," kata Dicky dalam obrolan di video youtube Mom Evin 123.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved