Berita Pangkalpinang

KNPI Babel Sarankan Gubernur Tingkatkan Stimulus Ekonomi Pertambangan

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman akan mempelajari usulan tersebut. Termasuk membicarakan bersama DPRD dan pemerintah pusat

Istimewa
PENGURUS DPD KNPI Babel saat menemui Gubernur Babel, Erzaldi Rosman untuk memberikan dukungan dan saran di tengah pandemi Covid-19 ini. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ikut memberikan saran dan masukan kepada Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, dalam meningkatkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Satu di antaranya untuk mengambil langkah konkrit dan kebijakan khususnya di sektor pertambangan di Babel.

Ketua DPD KNPI Babel, Muhammad Irham mengakui sudah menemui gubernur untuk menyampaikan saran dan masukan pada komoditas unggulan serta sektor utama dalam mendongkrak ekonomi masyarakat ini.

“Wabah Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia, telah berimplikasi langsung pada kondisi sosial dan telah merusak tatanan perekonomian di Indonesia termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menyebabkan bertambahnya angka pengangguran, rendahnya daya beli, juga meningkatnya angka kemiskinan,” kata Irham dalam siaran persnya, Sabtu (8/5/2020).

Tak hanya itu, kata dia, mencermati kondisi perekonomian di Provinsi Kepulauan Babel dengan data laju pertumbuhan ekonomi hanya 1,35% (yoy) pada triwulan pertama tahun 2020, serta pertumbuhan sektor pertambangan sebesar -7,91 pada kuartal pertama tahun 2020.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini komoditas Timah menjadi penyumbang dan penyokong utama perekonomian Bangka Belitung selain komoditas pertanian dan komoditas lainnya. Sementara itu, saat ini perusahaan-perusahaan tambang/eksportir komoditas Timah terhenti beroperasi karena tidak dapat memenuhi persyaratan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) pada Peraturan Menteri ESDM,” tuturnya.

Harapannya, gubernur dapat segera mengambil langkah sesuai kewenangannya, sekaligus menyuarakan kepada pemerintah pusat, agar dapat segera memberikan stimulus ekonomi berupa relaksasi atau pelonggaran Peraturan Menteri ESDM terkait persyaratan RKAB.

“Dengan kembali beroperasinya perusahaan-perusahaan pertambangan atau eksportir timah tersebut, kita harapkan akan terbukanya lapangan kerja serta laju pertumbuhan ekonomi yang menjadi lebih baik,” harapnya.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman akan mempelajari usulan tersebut. Termasuk membicarakan bersama DPRD dan pemerintah pusat.

Karena menurutnya, hal ini menyangkut beberapa kebijakan baik di provinsi maupun di pusat.

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan DPD KNPI, memang saat ini kita rasakan perekonomian Babel turun drastis, ditambah adanya Covid-19,” ujar Erzaldi.

Dia meminta, DPD KNPI juga menyampaikan aspirasi ini ke DPRD Babel, agar sama-sama bergerak dan kompak untuk keluar dari persoalan ini.

“Dalam masa sulit ini, kompak pun kita sulit keluar apalagi tidak kompak, oleh karena itu, mari kita bersama-sama mencari solusi agar masyarakat terbantu dengan kebijakan relaksasi ini,” tukas Erzaldi.

Ia menambahkan, pemerintah juga sudah menyiapkan upaya dan langkah yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan ekonomi. (*)

Editor: Hendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved