Advertorial

Pemprov Babel Masih Berkomitmen Atasi Banjir di Beberapa Wilayah Bangka Belitung

Pengendalian banjir adalah masalah tanggung jawab semua pihak dari hulu sampai hilir. Tanggung jawab pemerintah hingga masyarakat.

Pemprov Babel Masih Berkomitmen Atasi Banjir di Beberapa Wilayah Bangka Belitung
Diskominfo Babel
Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tetap berkomitmen mengatasi banjir yang masih terus terulang di beberapa wilayah Babel

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tetap berkomitmen mengatasi banjir yang masih terus terulang di beberapa wilayah Babel.

Seperti banjir yang terjadi di beberapa wilayah dan ruas jalan Kota Pangkalpinang pada Jumat (8/5/20) kemarin, tentunya juga menjadi perhatian khusus.

Pengendalian banjir adalah masalah tanggung jawab semua pihak dari hulu sampai hilir. Tanggung jawab pemerintah hingga masyarakat. Infrastruktur yang ada digunakan, dibersihkan, dirawat, dan dipelihara bersama sesuai kewenangan.

Ada yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah dan tentunya juga menjadi tanggung jawab masyarakat yang dapat dilakukan sendiri maupun bersama-sama.

Secara bertahap beberapa tahun terakhir, Pemprov Babel terus melakukan pembangunan konstruksi saluran air (box culvert) baru yang dibangun dengan skala yang lebih besar.

Khususnya pada ruas jalan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemprov tentunya sesuai dengan prioritas dan ketersediaan anggaran pemprov setiap tahunnya.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kepulauan Babel Noviar Ishak, bahwa saat ini sedang dibangun box culvert di dekat SPBU di Jalan Yos Sudarso (Opas).

Menurutnya, secara khusus tidak ada kendala teknis dan secara umum ini hanya terjadi masalah prioritas dan ketersediaan anggaran saja, terlebih tahun 2020 setiap OPD diwajibkan merefocusing dan realokasi anggaran pada penanganan Covid-19.

Bahkan hal ini terjadi di tiap provinsi, banyak hal harus dilakukan terfokus pada penanganan dan pemulihan pasca Covid-19, sehingga teknis infrastruktur juga terkendala pada anggaran yang tidak lagi tersedia banyak.

Menurutnya terdapat beberapa kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan saluran di beberapa lokasi di seluruh kabupaten/kota, nilainya mendekati 30 miliar rupiah yang kemungkinan juga harus ditunda karena refocusing dan realokasi anggaran.

Halaman
12
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved