Breaking News:

Advertorial

Markus: Penyaluran BLT Dana Desa Tahap 1 Masih Tunai Berikut Non Tunai

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa tahap pertama di Kabupaten Bangka Barat sudah tersalurkan seluruhnya.

Ist
Bupati Bangka Barat Markus saat menyerahkan BLT dana desa tahap 1 di desa Air Belo, Selasa 5 Mei 2020. 

BANGKAPOS.COM--Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa tahap pertama di Kabupaten Bangka Barat sudah tersalurkan seluruhnya.

Berdasarkan data, realisasi penyaluran BLT dana desa untuk Bangka Barat tahap I sudah 100 persen rampung atau tersalurkan ke masyarakat penerima.

Hanya butuh waktu kurang dari satu minggu bagi Pemkab Bangka Barat yang digawangi Bupati Markus untuk memastikan bahwa BLT dana desa di bumi sejiran setason tersalurkan bagi masyarakat penerima.

Bupati Markus menyerahkan paket sembako di sela penyaluran dana desa di Tempilang, Sabtu (9/5).
Bupati Markus menyerahkan paket sembako di sela penyaluran dana desa di Tempilang, Sabtu (9/5). (Ist)

Hal ini tentu tak terlepas dari kinerja dan gerak cepat Bupati Markus yang menginstruksikan agar BLT dana desa dicairkan sesegera mungkin untuk penanganan dan penanggulangan dampak Covid-19.

Apalagi dalam waktu dekat masyarakat akan merayakan idul fitri.

Bupati Markus lantas mengapresiasi semua pihak terkait yang telah terlibat secara langsung sehingga distribusi BLT dana desa di Bangka Barat berjalan lancar, cepat dan tanpa hambatan berarti.

Namun politisi PDI Perjuangan ini berpesan agar penyaluran dana desa tahap berikutnya dilakukan secara non tunai atau transfer bank, mengingat distribusi tahap pertama masih dilakukan secara tunai atau cash.

"Untuk tahap berikutnya diusahakan semaksimal mungkin non tunai agar dapat menghindari berbagai permasalahan yang tidak diinginkan di kemudian hari," kata Markus di desa Terentang, Sabtu (9/5) pagi.

Permintaan Markus agar penyaluran BLT dana desa ke depan dilakukan non tunai sejalan dengan instruksi Menteri Desa Abdul Halim Iskandar.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pada pertengahan April lalu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar saat menyosialisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk wilayah Nusa Tenggara dan Pulau Kalimantan meminta sebisa mungkin BLT dana desa diberikan kepada penerima secara nontunai.

Namun jika benar-benar tidak memungkinkan untuk dilakukan secara nontunai atau lewat rekening bank masyarakat penerima, BLT dana desa juga boleh diserahkan secara tunai.

"Tidak mutlak, tapi usahakan betul secara nontunai. Kalau tidak bisa (nontunai), tunai juga tidak apa-apa, yang penting nyampe ke penerima BLT dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik," ucap Mendes Abdul Halim. (*)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved