Breaking News:

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap Pertama di Bangka Barat Sudah Rampung

Bupati Bangka Barat Markus SH menyebutkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ist
Bupati Markus secara simbolis serahkan BLT dana desa untuk warga di desa Beruas, Kelapa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bupati Bangka Barat Markus SH menyebutkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa tahap pertama yang disalurkan di Kabupaten Bangka Barat sudah rampung per Minggu 10 Mei 2020.

Berdasarkan data realisasi penyaluran BLT dana desa untuk Bangka Barat tahap I sudah 100 persen rampung atau tersalurkan seluruhnya ke masyarakat penerima.

"Secara umum, penyaluran BLT dana desa tahap pertama di Bangka Barat sudah sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Percepatan proses pencairan BLT dana desa tahap 1 ini tak terlepas dari komitmen bupati dan kerja keras seluruh elemen mulai dari Dinas Sosial dan Pemdes, para pekerja sosial masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) hingga perangkat di desa," kata Markus saat penyaluran BLT dana desa secara simbolis sekaligus penyerahan sembako untuk warga terdampak covid-19 dan penyerahan bantuan jaminan hidup (Jadup) lansia dan anak terlantar di desa Tempilang, Sabtu (9/5).

Bupati Markus berfoto bersama penerima BLT dan JPS sembako di desa Sinar Manik, Jebus.
Bupati Markus berfoto bersama penerima BLT dan JPS sembako di desa Sinar Manik, Jebus. (Ist)

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, BLT dana desa diberikan dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat virus corona atau COVID-19.

Markus menjelaskan, alokasi pemberian BLT dana desa itu dibagi dalam 3 tahap dengan merujuk pada besaran dana desa dan akan diberikan selama 3 bulan ke depan.

Bupati Markus foto bersama warga penerima manfaat BLT dana desa di Mayang, kecamatan Simpang Teritip
Bupati Markus foto bersama warga penerima manfaat BLT dana desa di Mayang, kecamatan Simpang Teritip (Ist)

"Masing-masing keluarga akan mendapatkan Rp 600 ribu selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni 2020 hingga total menjadi Rp 1,8 juta," ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan kunjungan ke desa-desa yang tersebar di 6 kecamatan se-Bangka Barat untuk penyaluran BLT dana desa, Bupati Markus berulang kali menyampaikan bahwa penerima BLT adalah warga miskin yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah dalam bentuk lain.

Bantuan tersebut misalnya kartu prakerja, bantuan pangan nontunai, bantuan sosial di bawah Kementerian Sosial, atau bantuan dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Bupati Markus berfoto bersama masyarakat di desa Tebing, kecamatan Kelapa
Bupati Markus berfoto bersama masyarakat di desa Tebing, kecamatan Kelapa (Ist)

"Penerima manfaat ini tidak boleh tumpang tindih, tidak boleh dobel, supaya adil. Masyarakat yang menerima BLT desa ini juga merupakan hasil musyawarah desa khusus (Musdesus) sebab mereka yang lakukan verifikasi dan validasi. Jadi yang terima merupakan pilihan Musdesus bukan pilihan bupati," kata Markus di desa Puput Parittiga, Jumat (8/5) sore.

Sejak BLT dana desa tahap pertama di Bangka Barat dilaunching perdana di desa Air Belo kecamatan Muntok pada Selasa 5 Mei 2020, Markus menginstruksikan para kepala desa yang saat itu belum untuk segera melakukan percepatan pencairan dana desa agar segera bisa digunakan oleh masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved