Berita Kriminalitas

Penyidik Sita Fortuner VRZ dan Sebidang Tanah dari Kasus Dugaan Korupsi PT BPRS Cabang Muntok

Penyidik pidsus Kejari Bangka Barat menyita barang bukti terkait kasus korupsi program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkap ikan

bangkapos.com/Anthoni Ramli
mobil Toyota Fortuner VRZ yang disita penyidik Pidsus Kejari Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penyidik pidsus Kejari Bangka Barat menyita sejumlah barang bukti terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkap ikan antara pemkab Babar dengan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel cabang tahun 2016-2018 yang menjerat mantan Kacab PT BPRS cabang Muntok, KTH.

Di antaranya mobil Toyota Fortuner VRZ dan sebidang tanah di kawasan kelurahan Menjelang, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

"Dari hasil penyidikan Tim Pidsus, kita koordinasi juga dengan Kasi Intel. Kami telah menyita aset yang berhasil kita amankan yang diduga itu hasil tipikor. Pertama mobil Toyota Fortuner VRZ. Kedua ada sebidang tanah yang sudah kita sita di daerah Menjelang. Dua objek ini adalah barang yang dibeli oleh oknum Pimcab tadi dengan menggunakan pembiayaan fiktif," ujar Kasi Pidsus Kejari Bangka Barat, Dr Agung Dwi Handes, Senin (11/5/2020)

Konfrensi Pers kasus dugaan korupsi program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkap ikan antara pemkab Babar dengan PT BPRS cabang Muntok
Konfrensi Pers kasus dugaan korupsi program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkap ikan antara pemkab Babar dengan PT BPRS cabang Muntok (bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Dikatakan Agung sebelumnya KTH diketahui sempat membeli mobil CRV. Beberapa bulan kemudian digantikan dengan HRV sebelum akhirnya berganti ke Toyota Fortuner VRZ. Sementara untuk barang bukti lain masih di dalami penyidik.

"Untuk Toyota Fortuner itu sebelum terakhir dibeli mobil tersebut, sebelumnya mobil CRV. Sebelum CRV adalah mobil HRV. Dari tahapan HRV, CRV sampai Fortuner, semua pembelian barang itu menggunakan pembiayaan fiktif. Dan ada juga juga objek lain yang nanti akan kita dalami untuk kita lakukan penyitaaan," pungkasnya.

Mantan Kacab PT BPRS Muntok Jadi Tersangka

Setelah melakukan penyidikan selama kurang lebih dua tahun, tim Pidsus Kejari Bangka Barat menetapkan mantan kepala Cabang PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) cabang Muntok, KTH sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkap ikan antara pemkab Babar dengan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel cabang tahun 2016-2018.

"Pada hari ini kita ingin menyampaikan bahwa setelah sekian lama kurang lebih dua tahun kita menangani tindak pidana dugaan korupsi program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkap ikan antara pemkab Babar dengan PT BPRS cabang Muntok," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Babar Helena Oktavianne, mengawali konferensi pers, Senin (11/5/2020).

Helena berharap dalam waktu dekat kasus dugaan korupsi di PT BPRS cabang Muntok tersebut, memasuki tahap penuntutan mengingat waktu penyidikan yang telah memakan waktu bertahun tahun.

"Harapkan dalam waktu dekat kita juga bisa langsung ke penuntutan karena ini sudah terlampau lama buat saya, dua tahun kalau hitungan tahun," harap Helena seraya meminta Kasi Pidsus Dr Agung Dwi Handes, untuk memberikan keterangan lebih detail.

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved