Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Merasa Diserang Buzzer di Medsos Gegara Polemik Pohon Ditebang

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menyebut, permasalahan penebangan pohon yang dilakukan PLN UP3 Bangka

Penulis: | Editor: nurhayati
pandhu
Pihak PLN dan Pemkot Kota Pangkalpinang saat rapat koordinasi 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menyebut, permasalahan penebangan pohon yang dilakukan PLN UP3 Bangka pada Jumat lalu, membuatnya diserang habis-habisan oleh buzzer di akun media sosialnya.

Molen membagikan video dan foto pohon-pohon besar di Jalan Jendral Sudirman, Selindung dalam akun media sosialnya, yang dibabat habis oleh PLN melalui pihak ketiga.

Penebangan itu pun, diakui Molen belum ada surat rekomendasi izin dari Pemkot dan melanggar Perda nomor 13 tahun 2019.

"Memang saya marah-marah pada saat kejadian. Tapi saya rasa, orang lain juga marah kalau ditebang gundul seperti itu. Tidak ada lagi estetikanya. Saya itu murni demi Pangkalpinang. Bukan ada unsur politis mau diadukan ke pihak lain. Gara-gara itu saya diserang oleh buzzer," ungkap Molen seusai rapat bersama PLN UIW Bangka Belitung, Senin (11/5/2020).

Dia mengatakan, pohon-pohon tersebut berada di kawasan Pangkalpinang yang menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Molen menyebut, sepatutnya memang dia tegas untuk mempertahankan itu. Namun, kejadian ini justru dimanfaatkan buzzer untuk menyerangnya.

Molen mengatakan, tidak mau merespon serangan buzzer ini. Dia meyakini pepatah, semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin menerpa.

Molen menuturkan, kerja yang dilakukannya selama ini bukan untuk pencitraan tapi sebagai pertanggungjawaban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

"Yang rugi orang-orang itulah, iri dengki mengotori jiwa mereka. Senyumin aja," kata Molen sembari tertawa.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat berada di lokasi penebangan pohon yang dilakukan PT PLN tanpa konfirmasi ke pemkot, di Jalan Jendral Sudirman, Selindung, Jumat (8/5/2020)
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil saat berada di lokasi penebangan pohon yang dilakukan PT PLN tanpa konfirmasi ke pemkot, di Jalan Jendral Sudirman, Selindung, Jumat (8/5/2020) (Bangkapos.com/irakurniati)

PLN Dilarang Tebang Pohon

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menegaskan, pihak PLN dilarang melakukan penebangan pohon sampai disepakatinya penyelesaian pertanggungjawaban mengenai penebangan pohon beberapa hari lalu.

"Hari ini saya pikir dengan mereka minta maaf dan membuat skema, akan selesai urusannya. Tapi tadi pagi sebelum rapat ini, masih ada aktivitas itu dilakukan. Bukan lagi memangkas, tapi sudah dipotong sampai satu setengah meter," sesal Molen seusai rapat bersama PLN UIW Bangka Belitung, Senin (11/5/2020).

Dia mengatakan, PLN maupun pihak ketiga mereka harus menghentikan sementara aktivitas pemangkasan tersebut selama masa menunggu penyelesaian ini.

Pihaknya, akan mengambil langkah tegas jika PLN masih melakukan kegiatan tersebut. Bahkan, Molen menyebut, akan membawa ke jalur hukum apabila masih dikerjakan melanggar kesepakatan yang dibuat sementara ini.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved