Breaking News:

Kurangnya Transparansi Pemerintah dalam Pengawasan Dana Bantuan Langsung Tunai

Sejak pandemi Covid-19 terjadi, tidak sedikit masyarakat yang tadinya masuk ke dalam kelompok kelas menengah kini menjadi kelompok miskin

Editor: nurhayati
Sumber: Kemendes PDTT
Infografis BLT Dana Desa. 

BANGKAPOS.COM--Sejak pandemi Covid-19 terjadi, tidak sedikit masyarakat yang tadinya masuk ke dalam kelompok kelas menengah kini menjadi kelompok miskin. Baik itu dikarenakan kehilangan pekerjaan maupun turunnya penghasilan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa persebaran virus corona memberikan banyak dampak bagi masyarakat.

Banyak buruh harian hingga karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran beberapa perusahaan tak mampu lagi membayar.

Melihat dampak yang demikian besar pemerintah merencanakan beberapa jenis bantuan sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat golongan menengah ke bawah.

Saat ini pemerintah pusat memberikan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp600.000 per bulan bagi warga terdampak Covid-19.

BLT diterima selama tiga bulan bagi keluarga miskin yang terdampak. Namun, penerimanya dinilai masih banyak yang tidak tepat sasaran.

Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun di dalam APBN 2020 untuk membantu mengatasi persoalan perekonomian sebagai dampak pandemi Covid-19.

Fokus anggaran dari stimulus ketiga ini terbagi menjadi empat, yaitu belanja di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, dukungan kepada industri dan program pemulihan ekonomi nasional.

Bansos merupakan bagian dari jaring pengaman sosial, yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga daya beli.

Anggaran bansos yang disiapkan mencapai Rp 110 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved