Breaking News:

Ramadan 2020

Marah atau Emosi Saat Berpuasa, Batalkah? Ini Penjelasan Ustaz Kurnia

Bagaimana hukum emosi dan marah saat berpuasa? Apakah emosi dan marah membatalkan puasa?

ist/dok.pribadi
Ustaz Kurnia 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puasa Ramadan pada hakikatnya bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga.

Orang yang berpuasa tentunya dituntut untuk menahan hawa nafsu dari berbagai godaan seperti emosi dan marah.

Lalu, bagaimana hukum emosi dan marah saat berpuasa? Apakah emosi dan marah membatalkan puasa?

Ustaz H M Kurnia Lc MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung menjelaskan pahala yang di dapatkan oleh orang-orang berpuasa secara ekslusif akan langsung diberikan oleh Allah karena ibadah puasa hakikatnya untuk Allah dan Allah yang akan membalasnya.

Masing-masing individu akan mendapatkan balasan yang berbeda karena capaian kesempurnaan ibadah puasa setiap orang berbeda-beda.

Maka oleh sebab itu untuk meraih kesempurnaan ibadah puasa bukan hanya sekedar menahan lapar, dahaga dan syahwat saja, tapi juga harus berhasil mengendalikan hawa nafsu.

Di antara penyakit hawa nafsu yang dialami oleh orang berpuasa adalah tidak mampunya mengendalikan diri sehingga tidak mampu mengendalikan emosi dan menjadi marah terhadap suatu perkara.

Dikatakan Ustaz Kurnia hal tersebut tidak membatalkan puasa, akan tetapi sangat berpotensi mengurangi kesempurnaan pahala ibadah puasa atau bahkan bisa menghapus keseluruhan pahala yang telah dijanjikan Allah.

Maka merugilah bagi orang-orang berpuasa yang hanya mampu menahan lapar, dahaga dan syahwat saja akan tetapi tidak mampu mengendalikan hawa nafsu.

Sebagaimana dikatakan Nabi "Golongan ini termasuk orang-orang yang merugi karena meraka berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya menahan lapar dan dahaga saja,"

Halaman
123
Penulis: Sela Agustika
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved