Berita Pangkalpinang

Pengerit yang Punya12 Kartu Fuel Card Ini Divonis Enam Bulan Penjara

Hal ini berdasarkan putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar Dharma Putra, dalam sidang di PN Pangkalpinang.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana sidang di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, Kamis (14/05/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Aksi mengerit solar yang dilakukan terdakwa Ahmad Zainudin, harus terhenti susai dirinya mendekam di penjara selama enam bulan.

Hal ini berdasarkan putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar Dharma Putra, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (14/05/2020).

Putusan enam bulan dan denda Rp 2 juta yang dijatuhkan oleh majelis hakim sebelumnya mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman delapan bulan penjara dan denda Rp2 juta.

Lebih lanjut, satu unit mobil Isuzu Panther, satu unit mobil Cheverolet Troper, 19 jeriken berisi solar dengan total keseluruhan ± 1.067 liter, 12 buah kartu Fuel Card, dan satu buah selang bening dijadikan barang bukti terhadap terdakwa.

Sebelumnya dalam sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi, hadir saksi anggota Polda Bangka Belitung, Nugroho yang melakukan penangkapan pada Selasa (21/01/2020) di jalan R. Hundani, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.

"Kami menemukan terdakwa melintas dijalan gabek beriringan mobil, lalu kami tanyakan izin dan dia bilang tidak ada. Kami periksa di mobil ada 19 drigen bervariasi penuh semua, ada selang juga didalam mobil," ujar saksi Nugroho, Selasa (28/04/2020).

Saat dilakukan penangkapan, diketahui terdakwa memiliki 12 Kartu Fuel Card yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

"Yang kami sita mobil, ada beberapa drigen lalu selang. Tujuannya mau dijual lagi, tapi mau dijual kesiapan saya gak tau. Ada 12 kartu itu dia minjem sama temennya," tuturnya.

Selain itu hadir juga saksi dari petugas SPBU Pangkalbalam, yang pada saat kejadian bertugas di pengisian nozzle.

"Terdakwa beli solar pake kartu, dia ngisi empat kali, sekali ngisi ada 180 liter. Saya masukin ke tangki mobil, saat dimasukan ke drigen gak tau. Menggunakan banyak kartu, karena kalau cuma satu kartu sistemnya nolak," ungkap saksi Junaidi.

Sementara itu dalam keterangan terdakwa mengaku mendapatkan 12 kartu Fuel Card, dari rekannya yang selanjutnya diisi saldo oleh terdakwa.

"Iya bawa solar dari SPBU Pangkalbalam pakai fuel card, tapi ya juga beli di tempat lain. Rencana saya jual ke Jelutung saya jual ecernya Rp 7 ribu. Saya jual ini dapat untung sekitar Rp 350 ribu. Saya jual ke luar kota, saya juga ngecer sendiri," jelas terdakwa. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved