Breaking News:

Ramadan 2020

Lima Manfaat Konsumsi Gizi Seimbang Bagi Kesehatan saat Puasa, Ini Penjelasan Dosen Ahli Gizi

Makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, akan menjadi faktor penyebab menurunnya kesehatan seseorang dan timbulnya penyakit.

ISTIMEWA
Ratmawati, S.Gz., M.Gz, Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Konsumsi makanan cepat saji menjadi pilihan banyak orang terutama saat berbuka puasa karena di nilai lebih praktis.

Makan cepat saji ini sering kali dianggap tidak baik bagi kesehatan.

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Ratmawati, S.Gz., M.Gz mengatakan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, akan menjadi faktor penyebab menurunnya kesehatan seseorang dan timbulnya penyakit.

"Masyarakat diharapkan lebih cerdas dalam menentukan makanan yang bergizi seimbang untuk dikonsumsi oleh anggota keluarga dan harus menyadari bahwa makanan yang kita makan akan memberikan manfaat bagi tubuh kita untuk meningkatkan ibadah selama bulan Ramadhan,"

Diakuinya situasi Pandemi Covid-19 saat ini memperhatikan keamanan makanan menjadi hal penting yang harus dilakukan, seperti faktor higiene sanitasinya, memilih makanan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh terutama konsumsi sayur dan buah.

"Serta memilih pangan yang halal dan thoyib bagi kesehatan tubuh sangat penting untuk diperhatikan," ujar Ratmawati.

Ia mengungkapkan asupan makanan yang baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi seseorang saat berbuka dan sahur yaitu mengandung zat gizi makro dan zat gizi mikro.

"Zat gizi makro dapat bersumber dari karbohidrat, lemak, protein nabati dan hewani. Sedangkan zat gizi mikro bersumber pada vitamin dan mineral yang banyak kita dapatkan pada buah dan sayuran segar," jelas Ratmawati

Dikatakan Ratmawati dengan terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang dalam tubuh saat berpuasa sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh diantranya,

1. Menghilangkan racun dalam tubuh sebagai proses detoksifikasi
2. Merefresh kembali organ tubuh
3. Memperbarui hormon untuk kesehatan mental
4. Mencegah terjadinya penuaan dini
5. Meminimalkan sel-sel yang pikun dengan melakukan regenerasi sel, serta sebagai modal untuk awet muda dan tetap sehat dengan bertambahnya usia.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved