Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Wagub Babel Sebut Dasawisma Bantu Warga di Tengah Keterbatasan Pangan

Warga Indonesia dulunya pernah melakukan berbasis dasawisma untuk membangun dan menyentuh dasar penanganan pangan masyarakat.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, mengatakan dalam upaya untuk ketahanan pangan diperlukan Dasa wisma di masing-masing kampung pembentukan kelompok dawis untuk membuat kebun biotik di pekarangan rumah dengan menanam tumbuhan alami yang nantinya bisa digunakan sebagai sumber pangan keluarga.

"Sebenarnya tahun 2020 di Pemerintah Provinsi mengarah kepada menghidupkan pola dasawisma adalah satu RT dengan 10 KK, kita melalui mekanisme itu dan akurasi profil penduduk akan memiliki data yang benar dalam menyusun program ketahanan pangan tersebut,"jelas Abdul Fatah kepada wartawan, ditempat kerjanya, Jumat (15/5/2020).

Dia menambahkan, bahwa warga Indonesia dulunya, pernah melakukan berbasis dasawisma untuk membangun dan menyentuh dasar penanganan pangan masyarakat.

"Melihat perjalanan panjang negara kita Indonesia pernah hadir ada dasawisma mengharapkan masyarakat untuk rencana dalam menyentuh dasar pada masyarakat di hilirnya,"pungkasnya.

Abdul Fatah, dengan adanya dasawisma
sebagai upaya melakukan ketahanan pangan program bagaimana memanfaatkan kondisi lahan di sekitar pekarangan.

"Dari karangan masing-masing keluarga itu bagaimana melakukan ketahanan pangan menguatkan maka kita bisa saja, hadirkan padi pengganti menjadi bahan makanan pokok pengganti, dengan pemanfaatan pekarangan,"lanjutnya.

Dia menjelaskan tanaman pengganti beras itu bisa berupa, makanan yang penuh gizi seperti ubi, dan menghidupkan peternakan serta lainya.

"Seperti bentuk ubi-ubuan ini kondisi sekarang ini memenuhi kebutuhan desa, paling kebutuhan yang berkaitan dengan 11 barang pokok, seperti peternakan dan tanaman sayur sayuran,"ujarnya.

Dari kondisi Covid-19 ini, kata Fatah yang menguji ketahanan pangan di Provinsi Babel, karena semua kebutuhan pangan berasal dari luar Babel.

"Begitu tersudut persoalan Pandemi Covid-19 baru sadar sebenarnya dalam kondisi harus siap ketahanan pangan tidak meiliki hitungan kuat tidak untuk berapa bulan kedepan, kita belum bisa baru bisa memasok kebutuhan pangan hanya beras selebihnya mengambil dari luar dari Babel,"ungkapnya

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved