Berita Pangkalpinang

Begini Kata Dokter Terkait Penerapan 'New Normal', Mampukah Kita Menghadapinya

Terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa lalu mengatakan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdamai dengan Covid-19

Science Alert
Peta penyebaran pandemi global Covid-19 di dunia. Ilmuan mengungkapkan hal ini bisa terjadi bila vaksin corona belum ditemukan. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa lalu mengatakan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 agar tetap produktif.

Alasannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan meski kurva kasus positif Covid-19 menurun, virus Corona tidak akan hilang.

Untuk itu, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa, namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu disebut kan Jokowi sebagai kondisi new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi virus corona.

Keadaan new normal menjadi bagian yang tidak akan terpisahkan dari berbagai aspek kehidupan, seperti kesehatan, sosial, ekonomi, politik, psikologi dan lain sebagainya.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP
Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP ((Foto Ist/dr Adi).)

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi, menanggapi hal tersebu, new normal menurutnya adalah menjalani aktivitas sehari hari seperti biasa pada saat pandemi sudah berakhir.

"Tetapi dengan cara berbeda yaitu tetap menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan penuh kedisiplinan,"  jelas dr Adi kepada Bangkapos.com, Sabtu (16/05/2020)

Menurutnya, new normal hanya bisa dilaksanakan oleh negara yang pada saat pandemi terjadi warga negaranya sudah sangat berdisiplin dengan tiga hal di itu.

"Negara yang pada saat pandemi warganya masih acuh tak acuh dan tidak bisa berdisiplin diri dengan 3 hal di atas akan sangat sulit menerapkan new normal,"  ungkapnya.

Dia menyebutkan, jadi kalau dlihat sekarang di masa pandemi ini masyarakat masih ke masjid untuk salat berjamaah, pasar masih ramai dan tidak berbeda seperti tidak ada pandemi.

Halaman
12
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved