Breaking News:

IURAN BPJS Naik Lagi hingga Sindiran Soal Gaji Direksi yang Konon Mencapai Ratusan Juta

BPJS Kesehatan menganggarkan insentif untuk direksi sebesar Rp 32,88 miliar. Ini besaran insentif yang diterima 8 anggota Direksi BPJS Kesehatan dan 7

Tribunstyle.com
BPJS Kesehatan naik lagi 

BANGKAPOS.COM - Pakar Hukum Tata  Negara, Refly Harun angkat bicara soal keputusan pemerintah yang kembali  menaikkan iuran BPJS, yang sebelumnya telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI.

Refly Harun lantas turut menyindir gaji direksi BPJS di tengah masalah kenaikan iuran tersebut.

Hal itu diungkapkannya melalui channel YouTubenya Refly Harun yang tayang pada Kamis (15/5/2020).

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun angkat bicara soal keputusan pemerintah menaikkan BPJS melalui channel YouTube-nya Refly Harun yang tayang pada Kamis (15/5/2020).

Ia lantas mengungkit pembatalan kenaikan iuran BPJS oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu karena tata kelolanya yang dianggap bermasalah.

"Nah dengan menaikkan BPJS sebenarnya ada dua soal masalahnya, apa itu?."

"Pertama, sebenarnya Perppres sebelumnya sudah dibatalkan oleh MA, MA karena terkait dengan tata kelola BPJS itu yang dianggap bermasalah," ujar Refly.

Sehingga, Refly mengkritik pemerintah agar seharusnya tata kelola BPJS diberpaiki dulu sebelum menaikkan iuran.

"Jadi kenaikan itu ya harusnya jangan dibebankan kepada masyarakat, ketika tata kelola BPJSnya bermasalah," kritiknya.

Meski demikian, ia menyindir tak tahu apakah memang pemerintah sudah merasa memperbaiki tata kelola BPJS hingga akhirnya memutuskan menaikkan iuran.

"Itu dulu yang di-addres, diperbaiki dulu maka kemudian akan ada justifikasi untuk melakukan kenaikan-kenaikan."

Halaman
1234
Penulis: tidakada002
Editor: Edi Yusmanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved