Breaking News:

SUNAH Nabi Muhammad saat Akan Melaksanakan Sholat Idul Fitri , Lakukan Ini

Hari raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal, hari yang menjadi momen kemenangan bagi umat Islam

FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
iLUSTRASI 

BANGKAPOS.COM – Hari Idul Fitri merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat kaum Muslimin sedunia, terutama di Indonesia.

Hari raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal, hari yang menjadi momen kemenangan bagi umat Islam yang telah menjalani ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh.

Hari raya idul fitri biasanya akan dilaksanakan shalat Idul Fitri atau shalat Id.

Pada pagi hari 1 Syawal, ada ajakan bagi setiap kaum muslimin untuk bersuka cita.
Rasulullah SAW, sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim, mengimbau umatnya untuk melaksanakannya di lapangan terbuka.

Namun, disaat pandemi Covid-19 sekarang ini, kita tetap melaksanan shalat Idul Fitri.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait panduan kaifiat (tata cara) takbir dan shalat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona.

Dalam fatwa tersebut, disebutkan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilakukan di rumah secara berjamaah atau sendiri.

 "Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali," bunyi fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 itu.

Walaupun diantaranya ada yang melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah atau di lapangan, kita harus tetap menghidupkan beberapa sunah Nabi Muhammad saat menjelang melaksanakan shalat Idul Fitri.

Berikut 6 sunah Nabi Muhammad saat akan melaksanakan shalat Idul Fitri atau shalat Id, dikutip Serambinews.com dari MUI.or,id:

Pertama, mandi dan memotong kuku sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Waktunya bisa sebelum atau sesudah shalat subuh pagi hari 1 Syawal.

Kedua, memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian.

Dikutip dari Tribun Ramadhan, diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari ‘ied.

Aturan berpenampilan menawan di hari ‘ied berlaku bagi pria.

Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain.

Kecantikan wanita hanya spesial untuk suami

Ketiga, makan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fitri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Untuk shalat Idul Fitri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah.

Anjuran makan ini untuk menegaskan kesan bahwa Ramadan sudah berlalu.

Apalagi, 1 Syawal adalah salah satu dari hari-hari yang di dalamnya dilarang berpuasa.

Keempat, mengumandangkan takbir hingga menjelang shalat.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia mengeraskan bacaan takbir pada saat Idul Fitri dan Idul Adha ketika dalam perjalanan ke lapangan lokasi shalat. Hal itu dilakukannya sampai imam datang.

Sementara itu, ada anjuran bagi kaum perempuan untuk tidak mengeraskan bacaan takbir.

Demikian pula, dalam memakai wewangian, agar tidak berlebih-lebihan.

Ketika imam sudah tiba, maka jamaah dapat mengumandangkan takbir dengan arahan dari imam. Hal itu dilakukan hingga dimulainya shalat Id.

Kelima, saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain mengucapkan dengan تقبل هللا منا و منكم.

Saling menyapa dengan salam dan doa. Terutama sesudah shalat Idul Fitri usai, jamaah dapat bersalam-salaman satu sama lain. Hal itu untuk mempererat tali silaturahim di hari yang penuh berkah ini.

Dalam Alquran surah an-Nisa ayat 86 telah memberi arahan.

Artinya, “Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun, maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal.”

Salah satu ucapan yang masyhur saat silaturahim di Idul Fitri adalah mengucapkan  تقبل هللا منا و منكم  “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).

Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dulu. Salam-salaman ini tentu tak hanya di lokasi shalat, tetapi dalam perjalanan pulang dan di rumah.

Semakin banyak kaum Muslimin yang kita silaturahim, maka makin baik. Karena itu, Rasul SAW memberi contoh.

Dalam hadis riwayat Jabir bin Abdillah, disebutkan bahwa Nabi SAW ketika melaksanakan shalat Id, beliau memilih jalan yang berbeda (ketika berangkat dan pulang). 

Keenam, melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang, jika melaksanakan shalat idul Fitri di lapangan, maka disunahkan untuk melewati dua jalan yang berbeda.

Dikutip dari Tribun Ramadhan, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)

Di antara hikmah kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal. Allah Ta’ala berfirman, يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al-Zalzalah : 4)

Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”

Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi.

Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi.

(HR. Tirmidzi no. 2429. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun hadits ini punya penguat dalam Al-Kabir karya Ath-Thabrani 4596, sehingga hadits ini dapat dikatakan hasan sebagaimana kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy dalam Bahjah An-Nazhirin, 1: 439).

(Serambinews.com/Firdha Ustin) 

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul 6 Amalan Sunah Nabi Muhammad Jelang Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Editor: Edi Yusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved