Berita Pangkalpinang

Dede Purnama Sebut Aktivitas Pasar, Mall dan Beribadah di Masjid Belum Sama Visi

Adanya kelonggaran pelaksanan ibadah yang disampaikan Gubernur, Dede mengatakan mereka tidak mengapresiasi secara khusus kebijakan Gubernur

Bangkapos.com/Ramandha
Anggota DPRD Babel, Dede Purnama Alzulami 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Anggota Komisi IV DPRD Babel, Dede Purnama Alzulami, mengomentari terkait kebijakan pelonggaran beribadah oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

Menurutnya dalam mengeluarkan kebijakan pembatasan sebelumnya Gubernur tidak melibatkan DPRD, sehingga dalam kebijakan pelanggoran saat ini, mereka tidak secara khusus. mengapresiasi kebijakan tersebut.

Selain itu, menurut Politisi PPP ini walaupun tidak dihimbau masyarakat Babel tetap akan melaksanakan shalat Ied Idul Fitri berjamaah di masjid dan di lapangan.

"Pertama begini kami peranya sebagai pengawasan memberikan masukan yang sehat ke pemerintah, kemarin waktu putusan pembatasan kegiatan di tempat ibadah, tidak ada koordinasi ke lembaga DPRD secara khusus itu memang kewenangan kepala daerah, sehingga teman-teman di internal DPRD ada pro, kontra, ada yang melaksanakan shalat Jumat dan juga tidak,"ujar Dede Purnama kepada wartawan, Senin (18/5/2020).

Namun dengan adanya kelonggaran pelaksanan ibadah yang disampaikan Gubernur, Dede mengatakan mereka tidak mengapresiasi secara khusus kebijakan Gubernur tersebut.

"Jujur saja satu sisi pertama mengapresiasi tidak secara khusus, walaupun umat beragama telah mematuhi aturan yang telah disampikan banyak menutup aktivitas memutuskan beribadah di rumah, bukan semata takut Covid-19 namun bentuk himbauan yang dipatuhi oleh orang di masjid yang patuh dan taat,"ujarnya.

Selain itu, Dede juga masih menyayangkan banyak masyarakat bersamaan berupaya mematuhi social distancing, namun tidak diimbangi dengan aktivitas lain, masih banyak sekali masyarakat yang tidak menyadari bahaya virus corona, seperti aktivitas jual beli di pasar, berkumpul dan lainnya.

"Belum mematuhi aturan saya melihat belum sama visi, memutus mata rantai ini tidak satu. Kami rasakan wajar, ketika masjid ditutup aktivitas lain tidak, ini yang dilihat secara kasat mata, sangat menyayangkan, apa yang dilakukan selama ini sia-sia, sehingga perlu evaluasi bersama-sama dan rerius jangan tanggung memutus mata rantai,"ujarnya

Dede juga mengatakan walaupun tidak dihimbau oleh Gubernur, dia mengatakan masyarakat akan tetap melaksanan shalat Ied Idul Fitri di lapangan dan di Masjid.

"Terkait shalat ied Idul Fitri dilapangan dan di Masjid saya kira, terlepas ada himbauan atau tidak masyarakat tetap akan melaksanakan, masyarakat juga akan melakukan inisiatif sendiri,"ujarnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat sedang jenuh yang sebelumnya ada larangan beribadah di masjid namun aktivitas pasar dan mall tetap ramai, tidak melakukan protokol kesehatan yang sebelumnya disampaikan Pemerintah.

"Dengan adanya himbauan Gubernur terkait kelonggaran ibadah silakan saja dilakukan masyarakat namun satu sisi ada kejenuhan masyarakat bagaimana melihat mall, pasar begitu ramai tidak ada standar social distancing, namun untuk masjid begitu ketat, dan waktu saya ke masjid hampir semua jemaah menggunakan masker tanpa terkeculi dan melakukan cuci tangan,"ujarnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved