Breaking News:

Ramadan 2020

Keutamaan I'tikaf, Tempat Itikaf dan Waktu yang Afdhal Untuk Beri'tikaf

I'tikaf sebagai satu amalan sunah sangat diutamakan untuk dikerjakan di sepuluh hari terakhir Ramadan.

tribunnews.com
Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar Beserta Doa dan Amalan-amalan yang Dianjurkan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- I'tikaf sebagai satu amalan sunah sangat diutamakan untuk dikerjakan di sepuluh hari terakhir Ramadan, atau lebih khususnya pada malam-malam ganjil 10 akhir Ramadan.

Ustaz H M Kurnia Lc MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung menjelaskan I'tikaf adalah salah satu amalan sunnah di bulan suci Ramadan karena telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shollallohu' alaihi wa sallam.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang disampaikan Ummul Mukminin Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Beliau berkata;

كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

Artinya; “Biasanya (Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam) beri'tikaf pada sepuluh malam akhir Ramadan sampai Allah wafatkan Beliau." (H.R. Bukhori & Muslim)

I’tikaf secara bahasa adalah menetap pada sesuatu dan menahan jiwa untuknya. Sedangkan secara istilah, i’tikaf adalah tinggalnya seorang muslim yang mumayyiz di dalam masjid dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah ‘azza wa jalla.

Dengan makna lain i'tikaf juga berarti berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dikatakan Ustaz Kurnia, tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di kalangan para ulama mengenai tempat yang paling afdhal untuk beri'tikaf yaitu di masjid atau di musholla (tempat yang digunakan untuk sholat sehari-hari).

Namun ada pendapat menurut pandangan madzhab Imam Hanafi bahwa diperbolehkan untuk beri'tikaf di musholla al-bait, atau tempat sholat yang ada di rumah (khususnya ini berlaku untuk perempuan) sebagai langkah antisipasi terjadinya fitnah dan mudharat saat perempuan berada di luar rumah yang termaktub di dalam kitab al-Fiqhu al-Islaami Wa Adillatuhu, karya ulama yang bernama Wahbah al-Zuhayli.

Ustaz Kurnia mengungkapkan dalam kondisi pandemi wabah saat ini, jikalau kita berada di daerah zona aman yang mampu mengendalikan penyebaran wabah virus tersebut atau bahkan tidak ada penyebaran virus dalam satu daerah maka dipersilahkan untuk beri'tikaf di masjid.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved