Pahami Aturan Mengganti Lampu Motor

Lampu sepeda motor kadang tidak luput dari sentuhan modifikasi, bagi pemilik kendaraan yang ingin kelihatan beda dengan pengendara lainnya.

Kompas.com/Fathan Radityasani
Penambahan lampu untuk touring. 

BANGKAPOS.COM - Lampu sepeda motor kadang tidak luput dari sentuhan modifikasi, bagi pemilik kendaraan yang ingin kelihatan beda dengan pengendara lainnya.

Modifikasi yang dilakukan berupa ganti bohlam standar dengan High Intensity Discharge (HID) atau pemasangan proyektor pada lampu utama.

Namun, pemasangan yang tidak sesuai, bisa menyebabkan pancaran sinar lampu dapat menyilaukan pengendara lain.

Aturan tentang daya pancar dan arah sinar lampu sudah ditulis pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 70, yang berisi:

a. Daya pancar lampu utama lebih dari atau sama dengan 12.000 candela

b. Arah sinar lampu utama tidak lebih dari 0 derajat 34 menit ke kanan dan 1 derajat 9 menit ke kiri, dengan pemasangan lampu dalam posisi yang tidak melebihi 1,3 persen, dari selisih antara ketinggian arah sinar lampu pada saat tanpa muatan dan pada saat bermuatan.

Arie, pemilik bengkel modifikasi lampu, Light Corner di Cibubur, mengatakan, jika menggunakan proyektor, arah sinar lampu utama bisa diarahkan agar tidak terlalu tinggi dan menyilaukan pengendara lain.

Sedangkan kalau hanya ganti bohlam HID, harus diatur ulang ketinggiannya.

“Kalau proyektor itu dia ada cut off-nya, jadi dia tidak ke atas dan mengganggu pengendara lain. Untuk yang tidak pakai proyektor, ketika mengganti lampu, harus diatur lagi ketinggiannya,” ucap Arie kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menggunakan proyektor bertujuan agar aman dan tidak menyilaukan.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved